Saya teramat baper ketika di sana. Apalagi saat nobar itu lho malem Sabtu sebelum pembagian hadiah. Bagaimana, tidak, tokoh yang ada di dalamnya mirip banget sama orang yang saya ada rasa. Tokohnya namanya Hamid. Tubuhnya, wajahnya, kepribadiannya, dan suara merdu hafalannya. Semoga dia mendapatkan yang lebih kelak. Bukan saya dan jangan saya. Ketika saya tanya dia tentang film tersebut, belum saya buka wa darinya, saya sudah hapus karena jawaban yang amat singkat dan menjaga saya dari ikhtilat chat. Saya hapus seluruh chat dengan otomatis. Serta hp saya tidak bisa menyimpan nomor wa. Secara langsung, saya tidak pernah berhubungan dengan dia kecuali dia yang pertama/duluan. Semoga Allah selaluenjaga perasaan kita masing-masing. Berharap hanya Dia. Kali itu, fikiran saya kacau sekacau-kacaunya. Mana ada yang namanya Alvin kelas 5 SD yang pas itu saya sempat ketemu di angkringan dan memoto dirinya. Dia mirip sekali dengan kawan yang saya ada rasa. Dia sangat pintar murottal. Tak kira rekaman ternyata suaranya!!!!
Saya juga sempat kenal dengan nastri, santriwati yang mirip dengan perempuan yang disukai oleh yang saya ada rasa. Seolah-olah Allah tak mengizinkan saya untuk berhenti mengingatnya. Membuangnya jauh-jauh di Kulonprogo. Tetapi itu tak dapat disangka. Justru malah lebih parah. Atauu mungkin saya yang terlalu baper level high.
Salam rasa
Di panti asuhan Tuksana
Buat dia yang saya ada rasa
Komentar
Posting Komentar