Langsung ke konten utama

jurdzul/5

Hari Jumat, 24 Agustus 2018

Rugi, rugi, rugi!
Saya bangun pukul 04.15. lagi-lagi penurunan. Saya ke belakang, cuma dapat 1 rokaat witir. Payah. Bergegas bangunin temen yg belum bangun lali ke masjid biar bisa dapet solat sunat fajar. Kali ini, bakda subuh hari Jumat ada pelajaran kemuhammadiyahan oleh pak Barjo yang menjelaskan salah satu khiitaah Muhammadiyah yaitu memperluas paham agama. Jumat pagi kita ada senam pukul 07.00 dilanjut dengan outbound. Yg putra jadi 1 kelompok yang perempuan jadi 2 Kelompok. Kita ada permainan kare spesial, ulat berjalan, perang air, voli dan teguran di kali. Ihirrrr. Sebelum jam.11 kami sudah selesai. Bersih diri dan istirahat sampai duhur kemudian ke TK untuk membuat Mading, dan bungkusin hadiah. Sebelum Maghrib kami  ke angkringan. Malamnya ada sambutan perpisahan dari pak jarsono, pembina panti, pak Barjo, ketua pcm  dan pak Juwairi, ketua panti. Setelah itu saya yang sambutan disambung dengan nobar bareng pihak hamfara dengan film yang berjudul karena aku cinta sang Baginda nabi. Pas banget, Allah maha tahu apa yang kita mau jadiin primer yang gak kesampaian. Ternyata ada aja cara Allah mengadakannya. Di akhir ada pembagian hadiah dan fotbar. Sebelum balik panti ke akgkringan terlebih dahulu, bersua dengan beberapa anak panti pula. Ada ledjar dan mas Dimas, alumni panti barengannya mba Dita. Berbagi kisah akan banyak hal.sembari menunggu pesanan. Saya tidur pukul 00.00 setelah packing untuk pulang. Dikhawatirkan tidak bangun subuh, saya siasati untuk tidur di mushola setelah solat 2 rokaat dan merenung akan fananya hidup.
Mata tertutup
Semoga esok tak redup

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa(Esensi)

RESENSI BUKU 50 PENDAKWAH PENGUBAH SEJARAH Karya: Ahmad Jaelani Penerbit: ProU media Ki Bagus Hadikusumo, Tokoh Muhammadiyah sang perumus pembukaan UUD, preambule itu, keukeuh untuk menjadikan tujuh kata itu, yang sempat ditentang itu, ada dalam dasar negara. Ya, sila pertama itu. Gegara hal tersebut, semua tokoh bingung menghadap beliau. Keras dalam berpendapat dan wajib hukumnya, bahwa Islam harus menjadi akar, harus menjadi fondasi, atau landasan negara Indonesia. Lagi pula mayoritas penduduk negeri ini Islam, tentu jika kalimat “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya,” akan membuat kita, muslim Indonesia, menjadi muslim kaffah. Toh tidak ada kata paksaan pula untuk menjalankan syariat, jika bukan orang muslim. Di mana letak salah Pak Bagus Hadikusumo? Rupanya, banyak tokoh yang dengki dengan agama mulia ini. Biarlah semua agama mendapat perlakuan yang sama. Islam, Kristen, Budha, Konghuchu, dan agama lainnya itu sama. Tidak ada yang mendapat keist...

NEED REAL ACTION

Tidur sengaja di waktu guru sedang menjelaskan itu “Dzalim”. Dzalim kepada Sang pemberi ilmu, dzalim kepada waktu yang disumpah-Nya, dzlim kepada uang SPP pemberian ortu, serta dzalim kepada-Nya, Snag Pemberi Titah supaya menuntut ilmu. Maka energi-energi yang penuh kedzaliman itu merata, menyebar ke dalam nadi kehidupan. Tak seharusnya itu dilakukan. Potensial belum terkinetik maksimal. Akan saya coba mendengar beriring mencatat. What ever he/she said I would write it . Satu-satunya cara ampuh supaya tidak tidur di waktu orang mulia ini menjelaskan. Semoga upaya ini, orang mulia lainnya yang pernah saya dzalimi ini selalu memaafkan dan mendoakan. Waktu dhuha, usahakan sholat dhuha, minimal punya wudhu kalau tidak memungkinkan. Hidupkan kembali suasana menimba ilmunya iilmuwan Islam.  Istirahat jam 10, aktivitas yang memang paling enak adalah tidur. Tetapi nek buat tidur akan terasa percuma, malas menerjang dampaknya jam selanjutnya juga terasa malas, malas, dan malas. Al...

DIBALIK NAMA

Tujuan hidupku adalah Engkau Menginti kepada nama setiap insan Apakah nama sudah menjadi cerminan? Layakkah kau dipanggil Nida? Pernahkah aku bertanya Mengapa namaku itu harus Nida Karena sesungguhnya aku tak kuat Aku tak mampu menyandang nama itu Menggigit jari kuat Saat arti dan makna melesat Menyeruak ke sanubari Itu nama sangat berat Bahkan lebih berat dari badan Nama itu pemberian orang tua Harapan mereka yang menjadi tanggungan Tanggunganku yang menjadi harapanku jua