Langsung ke konten utama

De(MAK)

Sebuah jurusan dengan keistimewaan jumlah bidadari(hiyek😒) tak lebih dari 15. (M)apel-(m)apel menggiurkan tersaji di dalamnya. Entah apa yang membuat teman-teman saya yang lain tak tertarik padahal kami ber-13 iya. That's why the different happened-

Sebisa mungkin ikut organisasi! Apa saja. Kalau tidak, rasanya your life just silent! Ber-13 selalu bersama, selalu seasrama terus kapan mau ketemu sama 113 temen lainnya? Bagi yang memang supel, bukan hal yang sulit untuk membaur. Tetapi untuk orang introvert seperti saya, bagaimana? Pada kelas 4 saya mengikuti KMM, setelah itu pada kelas 5 saya menjabat sebagai staf KDI IPM. Begitu sayangnya Allah pada saya. Keseimbangan sosial dengan spiritual harus lebih dikaji bagi setiap individu MAK supaya MAKnya bukan MAK(ger), MA(les)K tetapi MAK (simbok) yang sesungguhnya.

Visi kami adalah bagaimana kebutuhan spiritual umat terpenuhi dan tercukupinya. Tingginya angka perceraian, bunuh diri, korupsi hingga jual diri maupun harga diri membuat kami tergerak untuk menjadi pelaksana perubahan di segala sektor.
The fun fact yang paling membuat kami heran adalah dari alumni jurusan MAKlah yang lebih dahulu menikah. Apa pasalnya? Rumor-rumornya sih supaya lebih kuat. Tidak tahan menanggung penderitaan umat sendirian.

Teman-teman yang luar biasa masih menunggu 7-8 bulan lagi untuk lulus. Entah ada apa dengan Hurin yang udah sebulan tidak masuk sekolah dari libur lebaran kemaren. "Kon la po, reg?"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa(Esensi)

RESENSI BUKU 50 PENDAKWAH PENGUBAH SEJARAH Karya: Ahmad Jaelani Penerbit: ProU media Ki Bagus Hadikusumo, Tokoh Muhammadiyah sang perumus pembukaan UUD, preambule itu, keukeuh untuk menjadikan tujuh kata itu, yang sempat ditentang itu, ada dalam dasar negara. Ya, sila pertama itu. Gegara hal tersebut, semua tokoh bingung menghadap beliau. Keras dalam berpendapat dan wajib hukumnya, bahwa Islam harus menjadi akar, harus menjadi fondasi, atau landasan negara Indonesia. Lagi pula mayoritas penduduk negeri ini Islam, tentu jika kalimat “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya,” akan membuat kita, muslim Indonesia, menjadi muslim kaffah. Toh tidak ada kata paksaan pula untuk menjalankan syariat, jika bukan orang muslim. Di mana letak salah Pak Bagus Hadikusumo? Rupanya, banyak tokoh yang dengki dengan agama mulia ini. Biarlah semua agama mendapat perlakuan yang sama. Islam, Kristen, Budha, Konghuchu, dan agama lainnya itu sama. Tidak ada yang mendapat keist...

NEED REAL ACTION

Tidur sengaja di waktu guru sedang menjelaskan itu “Dzalim”. Dzalim kepada Sang pemberi ilmu, dzalim kepada waktu yang disumpah-Nya, dzlim kepada uang SPP pemberian ortu, serta dzalim kepada-Nya, Snag Pemberi Titah supaya menuntut ilmu. Maka energi-energi yang penuh kedzaliman itu merata, menyebar ke dalam nadi kehidupan. Tak seharusnya itu dilakukan. Potensial belum terkinetik maksimal. Akan saya coba mendengar beriring mencatat. What ever he/she said I would write it . Satu-satunya cara ampuh supaya tidak tidur di waktu orang mulia ini menjelaskan. Semoga upaya ini, orang mulia lainnya yang pernah saya dzalimi ini selalu memaafkan dan mendoakan. Waktu dhuha, usahakan sholat dhuha, minimal punya wudhu kalau tidak memungkinkan. Hidupkan kembali suasana menimba ilmunya iilmuwan Islam.  Istirahat jam 10, aktivitas yang memang paling enak adalah tidur. Tetapi nek buat tidur akan terasa percuma, malas menerjang dampaknya jam selanjutnya juga terasa malas, malas, dan malas. Al...

DIBALIK NAMA

Tujuan hidupku adalah Engkau Menginti kepada nama setiap insan Apakah nama sudah menjadi cerminan? Layakkah kau dipanggil Nida? Pernahkah aku bertanya Mengapa namaku itu harus Nida Karena sesungguhnya aku tak kuat Aku tak mampu menyandang nama itu Menggigit jari kuat Saat arti dan makna melesat Menyeruak ke sanubari Itu nama sangat berat Bahkan lebih berat dari badan Nama itu pemberian orang tua Harapan mereka yang menjadi tanggungan Tanggunganku yang menjadi harapanku jua