Maksud dari judul saya adalah ketika baper setelah melihat dia. Berulang kali solat, rasanya hanya bayangan dia yang muncul. Baru hilang ketika air mata menetes, menyadari bahwa yang berhak tersemat dalam hati, pikiran serta jiwa hanyalah Dia. Satu-satunya hanya Dia. Bertemu dengannya walau hanya hitungan detik dapat mengacaukan segala penataan. Penataan hati terutama. Maka dengan segenap usaha, semoga Allah selalu men(a'inni ala dzikrika wa syukrika wa Khusni 'ibadatik). Harapannya seperti yang ada di buku karya Salim A Fillah bahwa cinta itu seharusnya cinta di jalan pejuang, biar nikmat, gak bikin gila dan stres. Apalagi mengganggu aktivitas jadi terhambat.
@jumatkahfi
@setelahtesCPR
Komentar
Posting Komentar