Papan tulis Maya yang menggugah dunia ruhani saya. Bukan berarti kalah dengan buku manual, tidak. Hanya selingan bernutrisi guna melangkah ke tempat yang lebih terang. Biarlah ini menjadi pagar yang tak pernah terkunci bagi siapa pun yang hendak melewatinya. Tetapi untuk memasukinya tentu butuh kepastian dan kejelasan yang tak serumit jodoh tentunya. Pagar telah dilewati tetapi bangunan belum terbangun dan inilah tugas sang penulis. Bangunan tetap untuk melanjutkan hal lain yang lebih menantang. Tetapi izinkan penulis untuk silaturahmi kepada bangunan yg juga masih dibentuk.
Bongkahan batu masih terlalu keras. Pasir masih tercampur dengan bebatuan. Segera selesaikan atau bangunan tak pernah jadi.
Pemahaman ini tak pernah hadir jika tak ada pemahaman orang lain. Memulai papan ini benar-benar suatu tendangan keras yang diharuskan penulis untuk memasuki gawang. Maka kan ku atur segalanya atas karunia-Nya. Arena baru penuh konsekuensi yang tak terkunci telah kumasuki.
Komentar
Posting Komentar