Ayat demi ayat saya hafal. Lebih sering tidak diresapi dari
pada iya. Kualitas hidup setelah bersinggungan dengan al-Quran, kitalah sebagai
eksperimennya. Akhlak berubah berapa persen? Padahal itu al-Quran, bukan
kalimat biasa. Kalimat yang membuat kaum musyrikin bersujud automatically
walaupun setelahnya mereka mengingkarinya alias gengsi dengan perbuatan mereka.
Kalimat di mana Umar betekuk lutut, bahkan ketika menantang dengan pedangnya
siapa yang berani mengatakan nabi Muhammad SAW meninggal dunia. Saya seharusnya
juga begitu. Tak boleh kalah. Sudah enam belas tahun lebih saya hidup. Mencapai
titik tertinggi memang tak pernah tercapai karena definisi tinggi masing-masing
orang berbeda. Maka untuk menjalani hidup, saya harus memiliki sikap “menikmati,”
sehingga tak jadi kesia-siaan.
Setiap manusia harus tahu bahwa Islam dan al-Quran itu
adalah pelangkap hidup bagi jiwa yang lara, sengsara, dan kelaparan.
Menyuguhkan kenikmatan soul terbesar yang pernah ada. Karena datang dari-Nya,
Tuhan Semesta Alam.
Ya Allah, rahmatilah aku dengan al-Quran, dan jadikanlah
al-Quran itu pemimpin, petunjuk, dan rahmat. Ya, Allah, ingatkanlah aku
terhadap apa-apa yang aku lupa dari al-Quran, dan ajarilah kami dari apa-apa
yang aku tak ketahui tentangnya. Berikanlah aku karunia untuk dapat selalu
berkelindan dengannya pada setiap malam dan ujung siang. Serta jadikanlah
al-Quran itu sebagai hujjah (persaksian) bagiku, Wahai Tuhan Semesta Alam.
Sore hari @masjid
gedhe
18 April 2018
Komentar
Posting Komentar