Langsung ke konten utama

jurdzul/6

Hari Sabtu, 25 Agustus 2018

Kali ini saya harus akui bahwa saya RUGI BESAR! saya bangun pas adzan subuh berkumandang. Dingin yang menusuk tulang dikarenakan udara langsung berhembus dari balik jendela yang terbuka lebar. Bahkan saya ke masjid tidak dapat solat sunat! Parah, bukan? 😥😥 Saya membangunkan teman yg solat tetapi mereka amat susah bangun. Nek dikerasin malah marah2. Alhasil mereka tidak solat seperti yang lain, berjamaah di masjid.
Bakda subuh terdapat pelajaran tarikh yang menceritakan Sirah nabi oleh pak jarsono. Pak jarsono berkisah tentang perang badar kubro yang bermula dari kafilah dagang yang dipimpin oleh abu Sufyan yang hendak melewati Madinah. Mereka lolos, Allah menurunkan hujan, nabi berdoa dan dapat mengetahui siapa yang bakal meninggal beserta tempatnya, dan lain sebagainya. Wooww!! Amazing! Keren! Salut! Bakda subuh mereka tidak ada yang tidur  lagi, tetapi pelajaran selama kurang lebih
30 menit.saya mandi bakda pelajaran tarikh kemudian
Bersiap dengan seluruh barang yang siap dipulangkan. Saya sempat membantu menjadi tukang sejenak. Membawa ember yang berisi pasir dan menaikkannya dengan katrol layaknya sedang menimba air. Pamit kepada pak jarsono dan Bu Jum. Jemputan datang, mengacaukan segala penataan hubungan. Berpisah dengan seluruh santri. Melambaikan tangan, membawa Mading sebagai alasan untuk kembali, mengembalikannya. Terimakasih, my besty honey sweety, PAM tuksono

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa(Esensi)

RESENSI BUKU 50 PENDAKWAH PENGUBAH SEJARAH Karya: Ahmad Jaelani Penerbit: ProU media Ki Bagus Hadikusumo, Tokoh Muhammadiyah sang perumus pembukaan UUD, preambule itu, keukeuh untuk menjadikan tujuh kata itu, yang sempat ditentang itu, ada dalam dasar negara. Ya, sila pertama itu. Gegara hal tersebut, semua tokoh bingung menghadap beliau. Keras dalam berpendapat dan wajib hukumnya, bahwa Islam harus menjadi akar, harus menjadi fondasi, atau landasan negara Indonesia. Lagi pula mayoritas penduduk negeri ini Islam, tentu jika kalimat “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya,” akan membuat kita, muslim Indonesia, menjadi muslim kaffah. Toh tidak ada kata paksaan pula untuk menjalankan syariat, jika bukan orang muslim. Di mana letak salah Pak Bagus Hadikusumo? Rupanya, banyak tokoh yang dengki dengan agama mulia ini. Biarlah semua agama mendapat perlakuan yang sama. Islam, Kristen, Budha, Konghuchu, dan agama lainnya itu sama. Tidak ada yang mendapat keist...

NEED REAL ACTION

Tidur sengaja di waktu guru sedang menjelaskan itu “Dzalim”. Dzalim kepada Sang pemberi ilmu, dzalim kepada waktu yang disumpah-Nya, dzlim kepada uang SPP pemberian ortu, serta dzalim kepada-Nya, Snag Pemberi Titah supaya menuntut ilmu. Maka energi-energi yang penuh kedzaliman itu merata, menyebar ke dalam nadi kehidupan. Tak seharusnya itu dilakukan. Potensial belum terkinetik maksimal. Akan saya coba mendengar beriring mencatat. What ever he/she said I would write it . Satu-satunya cara ampuh supaya tidak tidur di waktu orang mulia ini menjelaskan. Semoga upaya ini, orang mulia lainnya yang pernah saya dzalimi ini selalu memaafkan dan mendoakan. Waktu dhuha, usahakan sholat dhuha, minimal punya wudhu kalau tidak memungkinkan. Hidupkan kembali suasana menimba ilmunya iilmuwan Islam.  Istirahat jam 10, aktivitas yang memang paling enak adalah tidur. Tetapi nek buat tidur akan terasa percuma, malas menerjang dampaknya jam selanjutnya juga terasa malas, malas, dan malas. Al...

DIBALIK NAMA

Tujuan hidupku adalah Engkau Menginti kepada nama setiap insan Apakah nama sudah menjadi cerminan? Layakkah kau dipanggil Nida? Pernahkah aku bertanya Mengapa namaku itu harus Nida Karena sesungguhnya aku tak kuat Aku tak mampu menyandang nama itu Menggigit jari kuat Saat arti dan makna melesat Menyeruak ke sanubari Itu nama sangat berat Bahkan lebih berat dari badan Nama itu pemberian orang tua Harapan mereka yang menjadi tanggungan Tanggunganku yang menjadi harapanku jua