Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

All about it!

Tahukah anda, bahwa saya terkagum-kagum dengan santri panti. Hal yang pertama adalah mereka pintar kerumahtanggaan, termasuk memasak yang kami sendiri tak dapat melakukannya. Memasak bukan dimasakkan. Kelak kita tuh jadi istri lho ndro. Anak suami mau dikasih makan apa? Setiap pagi piket selalu terjadwal. Tak ada satupun yang memilih tidur. Semuanya bergerak, memposisikan tugasnya masing-masing. Hal yang kedua adalah mereka tak ada yang tidur bakda subuh. Pelajaran lagi. Ckckck. Hal yang ketiga adalah tenggang rasanya kental sekali. Semua saling menjaga, tak saling menyakiti, saling menyayangi dan menghormati satu sama lain. Keempat, Mereka amat pandai dalam dunia tulis buktinya mereka ada yang ikutan lomba cerpen, lomba nulis puisi, bahkan artikel. Juga pandai dalam publik speaking. Semoga tak kalah dengan kita yoow... 😎😎

***Rasa jurdzul

Saya teramat baper ketika di sana. Apalagi saat nobar itu lho malem Sabtu sebelum pembagian hadiah. Bagaimana, tidak, tokoh yang ada di dalamnya mirip banget sama orang yang saya ada rasa. Tokohnya namanya Hamid. Tubuhnya, wajahnya, kepribadiannya, dan suara merdu hafalannya. Semoga dia mendapatkan yang lebih kelak. Bukan saya dan jangan saya. Ketika saya tanya dia tentang film tersebut, belum saya buka wa darinya, saya sudah hapus karena jawaban yang amat singkat dan menjaga saya dari ikhtilat chat. Saya hapus seluruh chat dengan otomatis. Serta hp saya tidak bisa menyimpan nomor wa. Secara langsung, saya tidak pernah berhubungan dengan dia kecuali dia yang pertama/duluan. Semoga Allah selaluenjaga perasaan kita masing-masing. Berharap hanya Dia. Kali itu, fikiran saya kacau sekacau-kacaunya. Mana ada yang namanya Alvin kelas 5 SD yang pas itu saya sempat ketemu di angkringan dan memoto dirinya. Dia mirip sekali dengan kawan yang saya ada rasa. Dia sangat pintar murottal. Tak kira re...

jurdzul/6

Hari Sabtu, 25 Agustus 2018 Kali ini saya harus akui bahwa saya RUGI BESAR! saya bangun pas adzan subuh berkumandang. Dingin yang menusuk tulang dikarenakan udara langsung berhembus dari balik jendela yang terbuka lebar. Bahkan saya ke masjid tidak dapat solat sunat! Parah, bukan? 😥😥 Saya membangunkan teman yg solat tetapi mereka amat susah bangun. Nek dikerasin malah marah2. Alhasil mereka tidak solat seperti yang lain, berjamaah di masjid. Bakda subuh terdapat pelajaran tarikh yang menceritakan Sirah nabi oleh pak jarsono. Pak jarsono berkisah tentang perang badar kubro yang bermula dari kafilah dagang yang dipimpin oleh abu Sufyan yang hendak melewati Madinah. Mereka lolos, Allah menurunkan hujan, nabi berdoa dan dapat mengetahui siapa yang bakal meninggal beserta tempatnya, dan lain sebagainya. Wooww!! Amazing! Keren! Salut! Bakda subuh mereka tidak ada yang tidur  lagi, tetapi pelajaran selama kurang lebih 30 menit.saya mandi bakda pelajaran tarikh kemudian Bersiap deng...

jurdzul/5

Hari Jumat, 24 Agustus 2018 Rugi, rugi, rugi! Saya bangun pukul 04.15. lagi-lagi penurunan. Saya ke belakang, cuma dapat 1 rokaat witir. Payah. Bergegas bangunin temen yg belum bangun lali ke masjid biar bisa dapet solat sunat fajar. Kali ini, bakda subuh hari Jumat ada pelajaran kemuhammadiyahan oleh pak Barjo yang menjelaskan salah satu khiitaah Muhammadiyah yaitu memperluas paham agama. Jumat pagi kita ada senam pukul 07.00 dilanjut dengan outbound. Yg putra jadi 1 kelompok yang perempuan jadi 2 Kelompok. Kita ada permainan kare spesial, ulat berjalan, perang air, voli dan teguran di kali. Ihirrrr. Sebelum jam.11 kami sudah selesai. Bersih diri dan istirahat sampai duhur kemudian ke TK untuk membuat Mading, dan bungkusin hadiah. Sebelum Maghrib kami  ke angkringan. Malamnya ada sambutan perpisahan dari pak jarsono, pembina panti, pak Barjo, ketua pcm  dan pak Juwairi, ketua panti. Setelah itu saya yang sambutan disambung dengan nobar bareng pihak hamfara dengan film yang...

jurdzul/4

Hari Kamis, 23 Agustus 2018 Maafkan yg terlambat bangun. Ya, walaupun  masih jam 4 tetapi kemaren bangunnya jam 3. Itu namanya penurunan, kerugian! Masih sama seperti kebiasaan di asrama, mencuci, mandi dan solat tahajud. Waktu tidak cukup dan tidak full 13 rokaat. Paginya, sebelum kami membuat sate bersama anak panti, saya dan Aini beli perlengkapan di pasar Sentolo lama. Pas perjalanan pulang dari  sana kita disemprit pak polisi gara2 tidak memakai helm. Diceramahi panjang lebar, gak ada SIM, KTP, pendatang, gak pake helm. Masyaallah Seelah itu, Beberapa ada yang di TK untuk membantu akreditasi. Saya minta diajak ke kali sama anak2 kecil. Ternyata ada si Nahda, Hamam, Ihsan yang masih di sana. Bayangkan, jam 1 siang lho. Sorenya kami bertiga, buka, saya dan Azizah mengajar TPA sedangkan Aini, pH, dan amak silaturahmi ke tempat pak Barjo, ketua pcm tuksono. Bakda Maghrib kahfian, prepare lomba dengan juri puisi+dongeng bu Jum dan juri lomba pidato mba Rahma. Ke angkringan s...

jurdzul/3

Hari Rabu, 22 Agustus 2018 Sholat tahajud sendiri kali ini, tak terprogram. Kebiasaan di asrama, mencuci dini hari kulakukan juga  mandi sebelum subuh. Setelah solat subuh di masjid, kami bersiap untuk solat Iedul Adha. Agak ribut pagi2 seorang yg bernama Nida. Ya, gimana, ya. Yang namanya menunggu itu tidak pernah enak dan selamanya gak enak. Maka, pastikan kamu jangan pernah meminta untuk ditunggu atau membiarkan orang menunggu. Naik mobil bersama anak panti di tanah lapang milik SDN kalikutuk. Mengamati masyarakat yang bepencar2 solat isinya. NU di masjid kecilnya, LDII di masjid khususnya, macem2lah. Kemudian penyembelihan hewan qurban di masjid Al-Islam. Memotong daging sampai duhur, lalu solat berjamaah diteruskan dengan makan siang lauk daging yang telah diolah menjadi kreni dan gule. Alhamdulillah. Siangnya kami istirahat, sore harinya memasak daging itu jadi gule. Saat solat Maghrib di masjid, mba Rahmah, yang sudah alumni, memberikan kami kesempatan untuk memberi inform...

jurdzul/2

Hari Selasa, 21 Agustus 2018 Solat tahajud dengan bangun sendiri tanpa bantuan tim bangunin dari panti. Alhamdulillah, bangun! Prestasi! Tingkatkan!! Diimamin mba Diana yg mirip sama anak Qur'an corner. Itu lho si Ajeng 95. Kemudian maem sahur, solat subuh di masjid yg jaraknya sekitar 150 meter, seberang jalan. Bakda subuh, terdapat ceramah yang saya sendiri tidak terlalu mendengarkan. Mah tidur😑😑. Di akhir, oleh pak jarsono kami ditawari untuk kenalan di tengah jamaah santri. 3 teman lain masih belum bisa bergabung solat. Pas puasa, saya dan fadhl  bantu2 Bu Jum di TK. Hari itu lebih banyak nganggur jadi lupa atau sengaja melupakan untuk membaur. Menghias TK, kemudian ngetik, ngeprint fotocopy, terus nyari folio. Naik sepeda dengan jalannya yg curam membuat saya seperti orang yg tak kenal putus asa. Trabas jalan, sampe ketemu barang yg emang jarang. Ok! Sore kita buka bersama di aula dak-red sambil mengenalkan diri beserta agenda yg bakal kita lakuin di sana. Solat maghribnya...

jurdzul/1

Hari Senin, 20 Agustus 2018 Pagi jalan sehat muteri Jogja, siangan nonton acara milad, betapa kecenya ketika sore kita meninggalkan kota pelajar dengan penuh tekad mengabdi untuk masyarakat. Enam hari sampai Sabtu bro!! Kita kira cuma 3 harian. Tapi gak apa, dunia terlalu seru buat kita explore dan amat disayangkan untuk ditelantarkan gitu aja. Panti asuhan Tuksono Kulonprogo. Sepanti jumlahnya ada 37. Santriwati 21, sisanya santri. Datang terlambat gara-gara Nida yg pergi 2 entah ke mana. Kelayapan hobinya. Pak sopir kali ini, saya tak tahu namanya. (PR!!) kita mengantarkan santri ke Nanggulan terlebih dahulu, solat Maghrib bareng mba muti' terus mimpin santri yg ke moyudan dikarenakan pak Faris, sopir santri moyudan tak tahu jalan. So, kita baru nyampe' ke sini sekitar sebelum isya'. Dipasrahkan kepada anak panti, ditinggal oleh rombongan pengantar. Tinggallah santri itu bersiap dengan tugasnya. Fokus. Malam hari, bercengkrama, menjalin keakraban sembari peeisapan masa...

Benar-Binar/2

Sama seperti sebelumnya bahwa mengenal lawan jenis adalah fitrah. Tetapi konteksnya akan berbeda saat bersinggungan dengan aturan syariat sehingga dapat terkontrol. Kami yang dengan label pondoknya tak memungkiri bahwa kami kenal dengan anak sebrang. Sejak kapan itu dimulai? Entah. Hingga kelas 1 SMA hal itu tak pernah saya lakukan sampai saya dikenalkan oleh organisasi 2, termasuk organisasi daerah. Perlahan banyak yang saya temui, tak terbendung malah. Cinlok pun pernah saya rasakan. Ingin rasanya tak dikenal pun mengenal. Tetapi apakah korban seperti saya yang menunaikan tanggung jawab lebih buruk dibanding dengan menreka yang Istiqomah dengan prinsipnya? Atau sama baiknya? Sebaik-baik jawaban ada pada keduanya yang saling mentolerir antarkeduanya. Jawaban yang logis serta tidak memihak. Seperi kawan saya yang berinisial F.N yang dia lebih mendera tahfidznya. Dia berpendapat bahwa perempuan itu ada kalanya dibutuhkan saat urusan tertentu yang tak mungkin dilakukan oleh laki-laki, ...

Fokus yang Kacau

Maksud dari judul saya adalah ketika baper setelah melihat dia. Berulang kali solat, rasanya hanya bayangan dia yang muncul. Baru hilang ketika air mata menetes, menyadari bahwa yang berhak tersemat dalam hati, pikiran serta jiwa hanyalah Dia. Satu-satunya hanya Dia. Bertemu dengannya walau hanya hitungan detik dapat mengacaukan segala penataan. Penataan hati terutama. Maka dengan segenap usaha, semoga Allah selalu men(a'inni ala dzikrika wa syukrika wa Khusni 'ibadatik). Harapannya seperti yang ada di buku karya Salim A Fillah bahwa cinta itu seharusnya cinta di jalan pejuang, biar nikmat, gak bikin gila dan stres. Apalagi mengganggu aktivitas jadi terhambat. @jumatkahfi @setelahtesCPR

De(MAK)

Sebuah jurusan dengan keistimewaan jumlah bidadari(hiyek😒) tak lebih dari 15. (M)apel-(m)apel menggiurkan tersaji di dalamnya. Entah apa yang membuat teman-teman saya yang lain tak tertarik padahal kami ber-13 iya. That's why the different happened- Sebisa mungkin ikut organisasi! Apa saja. Kalau tidak, rasanya your life just silent! Ber-13 selalu bersama, selalu seasrama terus kapan mau ketemu sama 113 temen lainnya? Bagi yang memang supel, bukan hal yang sulit untuk membaur. Tetapi untuk orang introvert seperti saya, bagaimana? Pada kelas 4 saya mengikuti KMM, setelah itu pada kelas 5 saya menjabat sebagai staf KDI IPM. Begitu sayangnya Allah pada saya. Keseimbangan sosial dengan spiritual harus lebih dikaji bagi setiap individu MAK supaya MAKnya bukan MAK(ger), MA(les)K tetapi MAK (simbok) yang sesungguhnya. Visi kami adalah bagaimana kebutuhan spiritual umat terpenuhi dan tercukupinya. Tingginya angka perceraian, bunuh diri, korupsi hingga jual diri maupun harga diri membu...

Benar-Binar

Sebahagian menginginkan pergaulan menyenangkan seperti remaja SMP-SMA kebanyakan. Menyalahkan notabene pondok sebagai judge terbesar supaya bisa menyalahi aturan. Tak mau tahu, asal bisa ketemuan, melangsungkan perbuatan yang menafsukan hati sekaligus menggelisahkan. Bahkan ada yang pernah menceritakan statement mengenai hal ini. Berikut ceritanya; “Mbak, kenapa sih, kita nggak dibolehin deket sama cowok. Ya, deket aja gitu. Padahal di sekolah-sekolah lain kayak gitu biasa lho. Sekolah islam yang campur, cowok-cewek juga banyak yang deket. Pas di SD dulu, ya mbak, temen saya kebanyakan cowok. La, di sini? Deket sama cowok malah dikira pacaran. Padahal itu emang kebutuhan saya. Nggak bisa kalo sepenuhnya tidak berhubungan sama cowok. Sekolah ini yang cuma ngelarang. Aneh. Kenapa, sih, mbak?” Pikiran sesat seorang santri begitu mendera analisis saya sebagai anak MAK. Saya jawab dengan tenang dan pasti. Bahwasannya, semakin bertambahnya umur seseorang, semakin naiknya fase pertum...

TAHASSUS/1

Tentang rencana Allah yang Allah rancang untuk setiap hamba. Tentang perjalanan di jalan Allah yang memberatkan namun nikmat.  Sekolah di Mua’llimaat. Dari akar bahasanya saja pendidik   intinya. Dituntut dapat berorganisasi demi menolong agama Allah. Sepertiga malam terakhir pada malam hari libur, Jumat misalnya, kenapa hanya sedikit yang bangun untuk mengingat-Mu? Jangan sampai, jalan yang telah saya ambil malah menjadi akar kemerosotan. Beruntungnya Allah mempertemukan saya dengan kelas tahfidz. Itulah cara Allah mencintai dan menjaga saya, pikir saya. Dengan pemberian rezeki dan karunia berupa lingkungan yang baik. Sukakah saya akan hal semacam ini? Ya, teramat suka. Kelas tahfidz atau yang sering kami sebut dengan kelas tahassus ini menjadi semacam nur yang terlihat bagai oase di gurun yang gersang nan tandus. Menyilaukan bak permata di dasar laut yang gelap. Menjadi honai di tengah bangunan Muallimaat. Kali ini dengan mata kepala saya sendiri, saya menjadi ...

TRU(ST)E ?

“Dijadikan terasa indah bagi manusia itu terhadap apa yang diinginkan berupa perempuan-perempuan....” (Ali-Imran:14) ”Dan gadis-gadis montok yang sebaya ” (an-Naba’:33) “Bidadari yang dipelihara dalam kemah-kemah” (ar-Rahman:71) Betapa banyak dalam al-Quran yang memaparkan bahwasannya balasan di surga kepada kaum Adam adalah hal-hal semacam bidadari dan lain sebagainya. Akan tetapi untuk kaum hawa tak tersebut what is the exactly things that women want? Al-Quran tak menyebut keinginan kaum wanita secara spesifik. Pernah saya mendengar kenalan tarbiyah yang mengatakan bahwasannya para wanitalah yang kelak menjadi bidadari itu, mendapatkan lelaki solih itu. Mungkin saja, tetapi jika ditinjau dari banyak segi, keinginan perempuan itu abstrak dan sering berubah, banyak pertimbangan. Penjelasan Ustad Nouman Ali Khan, ulama dari barat yang kondang itu dengan tafsir bira’yi nya menjelaskan bahwa itulah mengapa Islam mengatur sedemikian rupa hubungan antara lawan jenis. Dengan ad...

The Confused

Tak kuasa menahan rasa ini. Ingin saya luapkan seluruhnya tanpa tersisa, lebih baik setidaknya, tidak terlalu menukik pikiran dan hati. Sudah hampir enam tahun sejak perjanjian kader persyarikatan. Perasaan baru kemarin saya menandatangani kertas putih itu dengan tinta hitam. Tanda tangan yang sebetulnya saya ragu akibat bayangan yang terlintas menjadi musyrifah adalah hal yang mudah dibanding harus membayar SPP dengan biaya full. Kini waktunya janji itu mendekat, rasa mencekam mulai terasa. Tetangga yang haji, guru yang haji pada tahun 1439H ini, satu persatu saya temui. Salah satu keinginan yang tertera adalah saya dapat kuliah di al-Azhar, Kairo, Mesir pada tahun 2019. Saat bulik haji waktu saya kelas tiga SD pun saya juga pernah meminta beliau untuk mendoakan azam saya tersebut. Adin, kawan KP seperjuangan saya menuturkan nformasi yang sempat melemahkan azam saya. Tidak boleh “Skip Musyrifah.” Dia sudah berkonsultasi itu dengan guru BK, bahkan mereka sempat mengkalkusikan bia...

Dusturuna

Ayat demi ayat saya hafal. Lebih sering tidak diresapi dari pada iya. Kualitas hidup setelah bersinggungan dengan al-Quran, kitalah sebagai eksperimennya. Akhlak berubah berapa persen? Padahal itu al-Quran, bukan kalimat biasa. Kalimat yang membuat kaum musyrikin bersujud automatically walaupun setelahnya mereka mengingkarinya alias gengsi dengan perbuatan mereka. Kalimat di mana Umar betekuk lutut, bahkan ketika menantang dengan pedangnya siapa yang berani mengatakan nabi Muhammad SAW meninggal dunia. Saya seharusnya juga begitu. Tak boleh kalah. Sudah enam belas tahun lebih saya hidup. Mencapai titik tertinggi memang tak pernah tercapai karena definisi tinggi masing-masing orang berbeda. Maka untuk menjalani hidup, saya harus memiliki sikap “menikmati,” sehingga tak jadi kesia-siaan. Setiap manusia harus tahu bahwa Islam dan al-Quran itu adalah pelangkap hidup bagi jiwa yang lara, sengsara, dan kelaparan. Menyuguhkan kenikmatan soul terbesar yang pernah ada. Karena datang dar...

Pagar Tak Terkunci

Papan tulis Maya yang menggugah dunia ruhani saya. Bukan berarti kalah dengan buku manual, tidak. Hanya selingan bernutrisi guna melangkah ke tempat yang lebih terang. Biarlah ini menjadi pagar yang tak pernah terkunci bagi siapa pun yang hendak melewatinya. Tetapi untuk memasukinya tentu butuh kepastian dan kejelasan yang tak serumit jodoh tentunya. Pagar telah dilewati tetapi bangunan belum terbangun dan inilah tugas sang penulis. Bangunan tetap untuk melanjutkan hal lain yang lebih menantang. Tetapi izinkan penulis untuk silaturahmi kepada bangunan yg juga masih dibentuk. Bongkahan batu masih terlalu keras. Pasir masih tercampur dengan bebatuan. Segera selesaikan atau bangunan tak pernah jadi. Pemahaman ini tak pernah hadir jika tak ada pemahaman orang lain. Memulai papan ini benar-benar suatu tendangan keras yang diharuskan penulis untuk memasuki gawang. Maka kan ku atur segalanya atas karunia-Nya. Arena baru penuh konsekuensi yang tak terkunci telah kumasuki.

Kekerdilan Saya

Begitu kerdil, nan kecil. Tanpa orang besar, entah di mana letak pendorongnya. Sebuah rumus yang orang lainnya teruskan dan jelaskan dengan lebih lugas. Jangan sampai kaum muda teralih persepsi akan nikmatnya sukses tanpa bekerja keras. Dengan medsos misal. Atau siaran TV dan lain sebagainya. Ketenaran semu menjamur. Tetapi masih banyak juga yang kekeuh mengandalkan tulisan. Entah itu blog, koran atau majalah. Ketenaran intelektual namanya. Pemahaman akan sebuah kondisi dan realita dijabarkan dengan pengetahuan serta wawasan. Kemajuan berpikir yang menerbangkan kita ke arah yang berbeda maka lihatlah tulisan mereka. Selalu terkagum dan menyenangkan rasanya. Benar-benar ingin menangis rasanya. Wahai.. Theawal*