Langsung ke konten utama

The Best Explanatory


Penjelasan Terbaik

Lulusan pondok. Lantas apa masalahnya? Di mana letak salahnya? Presepsi orang pandai agama karena sudah ada pembawaanya dari pondok dan anak yang lain dugal masih menjamur di mana-mana. Ungkapan, “pantas saja dia bisa. Pantas saja alim, dari pondok”. Hei, apa iya selalu seperti itu? Banyak yan sekolahnya di negeri tetapi tetap solih. Banyak pula yang lulusan pondok tetapi dugal. Dikira menjalani hidup itu harus dari penilaianmu?

Saya di rumah saja. Berkreasi sedapat saya tuk mengabdi. Dan berikut beberapa alasan saya, di sini.

Mendahulukan kepentingan umat seperti mottomu. Entah umat yang mana. Langsung seluruh umat dunia, kafir, atau muslim? Bukankah semuanya harus dimulai dari yang kecil? Mentalitas saya harus selalu diasah. Takutan, nggak beranian, pengecut, pecundang. Padahal amat menderitalah para Rasul-Rasul itu. Apa, salah, menjadi penyambung kenabian? Merasakan seperseribu cobaan dibanding beliau-beliau?

Adalah melegakan balasan celutuk saya yang isinya tentang adakah pemuda pemudi yang sekiranya datang ke pernikahan saya besok? Saya di pondok terus kemarin, ada yang nikahan, saya tak sempat jadi sinom. Apalagi membantu. Jawabannya, “ealah, Da, kok kowe mikir ketok kono. Woong wes ono jatahe dhewe-dhewe, kok yo.” Nice nian jawabannya. Bijak. Benar. Ada jatahnya sendiri masing-masing orang. Ketika yang dirintis sudah mulai baik dan kau harus pergi, biarlah kami yang masih di sini yang mengurusi. Kau ada jatah di tempat lain. Kalau tak berjalan kembali, adalah kesalahan kami yang tak mengurus padahal sudah diamanahi. “nek balek yo tetep ngeneki, Da. Mah dadi manfaat je.”

Alhamdulillah. Lega mendengar perkataannya.

-liatvideobangtere

--ttgkepenulisan

---manchapp

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa(Esensi)

RESENSI BUKU 50 PENDAKWAH PENGUBAH SEJARAH Karya: Ahmad Jaelani Penerbit: ProU media Ki Bagus Hadikusumo, Tokoh Muhammadiyah sang perumus pembukaan UUD, preambule itu, keukeuh untuk menjadikan tujuh kata itu, yang sempat ditentang itu, ada dalam dasar negara. Ya, sila pertama itu. Gegara hal tersebut, semua tokoh bingung menghadap beliau. Keras dalam berpendapat dan wajib hukumnya, bahwa Islam harus menjadi akar, harus menjadi fondasi, atau landasan negara Indonesia. Lagi pula mayoritas penduduk negeri ini Islam, tentu jika kalimat “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya,” akan membuat kita, muslim Indonesia, menjadi muslim kaffah. Toh tidak ada kata paksaan pula untuk menjalankan syariat, jika bukan orang muslim. Di mana letak salah Pak Bagus Hadikusumo? Rupanya, banyak tokoh yang dengki dengan agama mulia ini. Biarlah semua agama mendapat perlakuan yang sama. Islam, Kristen, Budha, Konghuchu, dan agama lainnya itu sama. Tidak ada yang mendapat keist...

NEED REAL ACTION

Tidur sengaja di waktu guru sedang menjelaskan itu “Dzalim”. Dzalim kepada Sang pemberi ilmu, dzalim kepada waktu yang disumpah-Nya, dzlim kepada uang SPP pemberian ortu, serta dzalim kepada-Nya, Snag Pemberi Titah supaya menuntut ilmu. Maka energi-energi yang penuh kedzaliman itu merata, menyebar ke dalam nadi kehidupan. Tak seharusnya itu dilakukan. Potensial belum terkinetik maksimal. Akan saya coba mendengar beriring mencatat. What ever he/she said I would write it . Satu-satunya cara ampuh supaya tidak tidur di waktu orang mulia ini menjelaskan. Semoga upaya ini, orang mulia lainnya yang pernah saya dzalimi ini selalu memaafkan dan mendoakan. Waktu dhuha, usahakan sholat dhuha, minimal punya wudhu kalau tidak memungkinkan. Hidupkan kembali suasana menimba ilmunya iilmuwan Islam.  Istirahat jam 10, aktivitas yang memang paling enak adalah tidur. Tetapi nek buat tidur akan terasa percuma, malas menerjang dampaknya jam selanjutnya juga terasa malas, malas, dan malas. Al...

DIBALIK NAMA

Tujuan hidupku adalah Engkau Menginti kepada nama setiap insan Apakah nama sudah menjadi cerminan? Layakkah kau dipanggil Nida? Pernahkah aku bertanya Mengapa namaku itu harus Nida Karena sesungguhnya aku tak kuat Aku tak mampu menyandang nama itu Menggigit jari kuat Saat arti dan makna melesat Menyeruak ke sanubari Itu nama sangat berat Bahkan lebih berat dari badan Nama itu pemberian orang tua Harapan mereka yang menjadi tanggungan Tanggunganku yang menjadi harapanku jua