Kamar penghantar
Hendak ke mana saya berlabuh? Mengabdi tuk
masyarakat atau meningkatkan kualitas diri seperti dauroh mungkin guna menempa
diri lebih dekat dengan al-Quran, atau ke Pare, mempelajari bahasa Inggris,
bahasa yang akan saya pelajari dengan sungguh-sungguh di kuliah kelak. Sudah
hampir mendaftar tapi saya timbang kembali. Apa sebaiknya ke kampung saja. Meyulap
gudang tuk dijadikan perpustakaan kecil-kecilan akan sangat lebih baik
dibanding bertaruh hidup-nyawa-pengalaman di luar. Bahkan budhe menawari saya
tinggal di sleman, jadi ustadzah di sana. Jadi orang terajin-anti keset di
sana. Tak segan-segan pula untuk menggaji saya perhari. Terima kasih atas
tawarannya, budhe, saya lebih sreg di kampung asli saya berada. Lagi
pula pakdhe Tiyas berbaik hati mendamelkan saya kamar. Kamar yang
artinya dalam hidup saya, adalah kamar pertama milik saya seutuhnya. Agaknya
tak bersyukur kau selama ini? Tidak, hanya impian saja dan Allah Maha
Mengetahui isi hati. Kamar itu kelak menjadi penghantar saya dalam banyak hal.
Menanam benih api impian.
Escort room
Where should I anchore? Sacrifice to the
society or increase the self quality? Like doing dauroh maybe or going Pare. I
almost register it but I consider again. Should I go back to my village?
Conjure the storage become the small library will be better than sacrifice
life-time-experience-soul there? even my aunt was offering me to be ustadzah in
Sleman. Become the cleverest person anti-lazy there. without doubt she will
give mepayment as much as my job done. Thank you for the offering, budhe, I prefer in
my origin village. Even pakdhe tiyas very kind build me a room. The room mean
the first room that I ever have in my life. Don’t you not ever been
thanksgiving all this time? No, just wish and Allah Most Knowing in the heart.
One day, that room will be my escort room to know many things. Plant the seed
of dream fire.
Komentar
Posting Komentar