Langsung ke konten utama

TAHASSUS/2


 

Kau tahu, berapa kini santri yang terdapat di kelas tahassus? Hanya sekitar 50 anak per 1100 santri yang menjabat sebagai siswi Mu’allimaat. Ingin rasanya menangis. Merasai bahwa sebenarnya ada apa toh, dengan madrasah tercinta ini?

Pembentukan asrama tahfidz rampung pada tahunkeenam saya di sini. Berapa juz yang sudah saya hafal? Jangan ditanya toh, tapi tanyailah bacaan saya apakah masih salah-salah? Tajwidnya? Makharijul hurufnya? Di samping itu yang paling harus dikuatkan adalah kekuatan mental. Semenjak Ustadzah Nur Hasanah beralih ke asrama tahfidz. Kami diampu oleh Ustadzah Inayah, pamong asrama SAB. Beliau-beliau adalah pengampu yang luar biasa. Salah harokat, panjang pendek, diceramahi hingga subuh sepertinya. Salah satu kali saja atau tidak lancar, mundur, setor besok lagi, besok salah, besoknya setor lagi dan seterusnya.

Kini saya dapat menghafal ayat-ayat-Nya lebih banyak, mentadabburinya, sekaligus mendekatkan diri kepada kitab tersebut. Setiap hari Senin dan Selasa setor murojaah minimal 1 juz kepada sang Murobbi. Walaupun begitu, murojaah mandiri tetap saya rutinkan dengan jumlah minimal murojaah mandiri sekitar setengah juz.

Penglihatan ini semoga tidak buta bagi santri Muallimaat. Bahwa sesungguhnya jiwa-jiwa itu kering akan spiritualitasnya, menganggap dirinya serba tahu dan serba bisa. Mengakhirkan keberadaan-Nya demi terlangsungkannya sebuah keburukan. Perihnya hati ketika semua menjadi kebiasaan yang biasa dilakukan. Bak jamur yang perlahan membusukkan tempat yang ditumpanginya.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa(Esensi)

RESENSI BUKU 50 PENDAKWAH PENGUBAH SEJARAH Karya: Ahmad Jaelani Penerbit: ProU media Ki Bagus Hadikusumo, Tokoh Muhammadiyah sang perumus pembukaan UUD, preambule itu, keukeuh untuk menjadikan tujuh kata itu, yang sempat ditentang itu, ada dalam dasar negara. Ya, sila pertama itu. Gegara hal tersebut, semua tokoh bingung menghadap beliau. Keras dalam berpendapat dan wajib hukumnya, bahwa Islam harus menjadi akar, harus menjadi fondasi, atau landasan negara Indonesia. Lagi pula mayoritas penduduk negeri ini Islam, tentu jika kalimat “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya,” akan membuat kita, muslim Indonesia, menjadi muslim kaffah. Toh tidak ada kata paksaan pula untuk menjalankan syariat, jika bukan orang muslim. Di mana letak salah Pak Bagus Hadikusumo? Rupanya, banyak tokoh yang dengki dengan agama mulia ini. Biarlah semua agama mendapat perlakuan yang sama. Islam, Kristen, Budha, Konghuchu, dan agama lainnya itu sama. Tidak ada yang mendapat keist...

NEED REAL ACTION

Tidur sengaja di waktu guru sedang menjelaskan itu “Dzalim”. Dzalim kepada Sang pemberi ilmu, dzalim kepada waktu yang disumpah-Nya, dzlim kepada uang SPP pemberian ortu, serta dzalim kepada-Nya, Snag Pemberi Titah supaya menuntut ilmu. Maka energi-energi yang penuh kedzaliman itu merata, menyebar ke dalam nadi kehidupan. Tak seharusnya itu dilakukan. Potensial belum terkinetik maksimal. Akan saya coba mendengar beriring mencatat. What ever he/she said I would write it . Satu-satunya cara ampuh supaya tidak tidur di waktu orang mulia ini menjelaskan. Semoga upaya ini, orang mulia lainnya yang pernah saya dzalimi ini selalu memaafkan dan mendoakan. Waktu dhuha, usahakan sholat dhuha, minimal punya wudhu kalau tidak memungkinkan. Hidupkan kembali suasana menimba ilmunya iilmuwan Islam.  Istirahat jam 10, aktivitas yang memang paling enak adalah tidur. Tetapi nek buat tidur akan terasa percuma, malas menerjang dampaknya jam selanjutnya juga terasa malas, malas, dan malas. Al...

DIBALIK NAMA

Tujuan hidupku adalah Engkau Menginti kepada nama setiap insan Apakah nama sudah menjadi cerminan? Layakkah kau dipanggil Nida? Pernahkah aku bertanya Mengapa namaku itu harus Nida Karena sesungguhnya aku tak kuat Aku tak mampu menyandang nama itu Menggigit jari kuat Saat arti dan makna melesat Menyeruak ke sanubari Itu nama sangat berat Bahkan lebih berat dari badan Nama itu pemberian orang tua Harapan mereka yang menjadi tanggungan Tanggunganku yang menjadi harapanku jua