Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

The Small Probability

Kemungkinan Terkecil. Nek dipikir-pikir, ya ngapain, ya bilang-bilang ke anda tentang sesuatu yang bersangkutan dengan saya. Bukankah, saya sudah menaruh rasa pesmistis terhadap dia? Hargai saja perjuangan dia yang tidak menggubris saya. Karena memang sudah sepatutnya kalau kita suka itu jaga jarak. Jikalau pertahanan dalam diri saja sudah tidak kokoh, hancurlah dirimu sehancur-hancurnya. Tidak jelas mana bagian untuk Allah! Dan dengan menjaga jarak pula, dirinya sama kecil kemungkinannya dengan yang tiada maksud kita jaga jarak. Orang umum maksudnya. Toh belum ada mitsaqan ghalizan. Selagi kemungkinan masih kec i l, njuk ngopo mau saling tukar informasi? Hati-hati, fasiq namanya. Untuk keputusan tak bermain facebook dan Instagram apakah sudah diazamkan dan ditawakkalkan. Kau masih sering log in log out. Bismillah, Nid. Hanya soal waktu saya dapat melaksanakannya. Unfaedah padahal udah dewasa. Menjalani hidup sesepi ini akan mengantarkanmu pada kedamaian haqiqi, ketenangan abad...

The Best Explanatory

Penjelasan Terbaik Lulusan pondok. Lantas apa masalahnya? Di mana letak salahnya? Presepsi orang pandai agama karena sudah ada pembawaanya dari pondok dan anak yang lain dugal masih menjamur di mana-mana. Ungkapan, “pantas saja dia bisa. Pantas saja alim, dari pondok”. Hei, apa iya selalu seperti itu? Banyak yan sekolahnya di negeri tetapi tetap solih. Banyak pula yang lulusan pondok tetapi dugal. Dikira menjalani hidup itu harus dari penilaianmu? Saya di rumah saja. Berkreasi sedapat saya tuk mengabdi. Dan berikut beberapa alasan saya, di sini. Mendahulukan kepentingan umat seperti mottomu. Entah umat yang mana. Langsung seluruh umat dunia, kafir, atau muslim? Bukankah semuanya harus dimulai dari yang kecil? Mentalitas saya harus selalu diasah. Takutan, nggak beranian, pengecut, pecundang. Padahal amat menderitalah para Rasul-Rasul itu. Apa, salah, menjadi penyambung kenabian? Merasakan seper ser ibu cobaan dibanding beliau-beliau? Adalah melegakan balasan celutuk saya...

Stain, Spot of Dirt

Noda Merusak amalan setelah dikerjakan kontinyu. Hindari! Kun robbaniyim wala takun syawaaliyin au romadhoniyyin. Jadilah pengabdi Allah, dan jangan menjadi pengabdi syawwal atau pengabdi Ramadhan. Walau itu hanya story orang, namun saya pernah membaca sendiri. Masih saya cari dan ingat2 kembali kalimat itu ada dalam buku karangan siapa, ya? Ini yang dimaksud pentingnya menulis kembali apa yang sudah dibaca. Tinggal mau apa tidak. Maksud dari penggalan kalimat di atas. Yap, ini yang kerap terjadi pada kita-kita selepas Ramadhan. Masjid kembali sepi dari jamaah. Lantas, benarkah formalitas belaka ibadah kita? Padahal ketika tau lezatnya ibadah, kau akan terus merengek memintanya dan melaksanakannya. Ramadan saya biasa-biasa saja. Khatam, pun tidak. Membaca al-Quran sedikit demi sedikit. Ada perasaan bersalah di mana jilau saya membaca al-Quran 5,6,10 lembar akan tetapi tak tahu maknanya. Alhamdulillah, saya dianugrahi Allah kelebihan dalam Bahasa Arab dikarenakan membaca...

Escort Room

Kamar penghantar Hendak ke mana saya berlabuh? Mengabdi tuk masyarakat atau meningkatkan kualitas diri seperti dauroh mungkin guna menempa diri lebih dekat dengan al-Quran, atau ke Pare, mempelajari bahasa Inggris, bahasa yang akan saya pelajari dengan sungguh-sungguh di kuliah kelak. Sudah hampir mendaftar tapi saya timbang kembali. Apa sebaiknya ke kampung saja. Meyulap gudang tuk dijadikan perpustakaan kecil-kecilan akan sangat lebih baik dibanding bertaruh hidup-nyawa-pengalaman di luar. Bahkan budhe menawari saya tinggal di sleman, jadi ustadzah di sana. Jadi orang terajin-anti keset di sana. Tak segan-segan pula untuk menggaji saya perhari. Terima kasih atas tawarannya, budhe, saya lebih sreg di kampung asli saya berada. Lagi pula pakdhe Tiyas berbaik hati mend amel kan saya kamar. Kamar yang artinya dalam hidup saya, adalah kamar pertama milik saya seutuhnya. Agaknya tak bersyukur kau selama ini? Tidak, hanya impian saja dan Allah Maha Mengetahui isi hati. Kamar itu kela...

Tekbir Syawal 1440H

Dan Assalamualaikum, Hari Selasa! Mabrukun fiihi. Pakdhe dan budhe masih saja berangkat ke pasar. Rajin nian. Tak seperti saya yang tepar lagi sehabis solat subuh. Banyak pembeli mengincar ayam tuk dimasak di hari menjelang lebaran itu, sayang kalau tak dimanfaatkan. Saya mendapatkan curahan hati seseorang mengenai hidupnya yang lumayan berliku. Tak sadarkah bahwa kami salah, dia lawan jenis saya! Tanggapan tak boleh dari sekadar kawan yang senantiasa mendengar dan memperhatikan supaya melegakan. Karena toh, memang sebatas teman. Toh yang dinantinya adalah hafidzah dari Magelang. Ehe. Cukuplah Allah yang mengetahui isi hati seseorang. Bakda duhr, saya ke rumah Halimah di Bambanglipuro. Bercengkrama asyik dengan ibunya. Bobok siang mepet ashar satu ranjang dengan Halimah. Padahal budhe Tin berpesan, kalau ngantuk, waktunya bentar lagi solat, tunda dulu ngantuknya, solat, baru deh tidur. Kalau sudah terlanjur tidur sedang belum solat, harus dibangunkan. Mau bagaimanapun itu, sa...

Safar

Assalamualaikum di hari senin! Gatel sekali tidak menulis. Saya minta maaf, bung atas keterlambatan menulis selama 2 bulan dikarenakan blog error sementara. Sebagai ganti, saya alihkan menulis di media social. Pagi ini membersihkan lapangan yang kelak digunakan solat ied. Dilanjut dengan mengurus penerimaan zakat fitrah. Oh, ya, untuk hari ini, TPA libur hingga tanggal 13 Juni. Bismillah, Mudahkan, Ya Allah! Dan insting manusia biasa ini pun menjalar ria untuk bersafar menjelajah bumi-Nya dan tempat-tempat bersujud secara harfiah. Berbeda dengan istilah, yang artinya tempat untuk kita dapat semakin patuh, tunduk kepada-Nya. Untuk iu pula, ada perbedaan mendasar masjid dengan musola, serta lebih tepat takmir masjid, bukan, dimana terdapat struktur dan administrasi yang rapi dibandingkan dengan takmir musola. Saya buka sekalian solat maghrib di masjid al-wafa. Bertemu banyak masyarakat beserta cah-cah cilik. Mengenaskannya, anak-anak tidak terfasilitasi untuk mengaji latihan al...