Tulisan ini adalah tulisan kedua mengenai hubbul ard, cinta
bumi, suka bumi. Zero waste rupanya telah mendarah daging. Pilihan kresek
ataupun plastik selalu saya hindari. Hingga penjual sampai terheran-heran,
"Beneran nih, bocah kagak pake plastik, kertas, atau wadah apapun?"
Kalau sudah sampai penjualnya geleng-geleng sambil mengernyitkan wajah, aku
hanya bisa tersenyum simpul, "hehe, iya, beneran, Bu/Pak," jawabku
mantap.
Tumblr ini semakin aku bersamanya semakin aku mencintainya. Air isi ulang yang
disediakan di stasiun Pasar Senen itu, sangat worth it. Tersedia air panas
ataupun dingin. Bisalah buat minuman apapun yang mau kamu buat. Hihihi. Air
panas kayak ibu yang memberikan air minum kepada anaknya. Atau air dingin yang
serasa tersuguhkan dari kulkas.
Mengenai TPA Piyungan yang ditutup entah selamanya atau sementara benar-benar
membuatku berpikir keras. Ya apalagi kalau bukan mikirin solusi walaupun diri
ini masih kecil kapasitas. Dari pihak salah satu penjual di pasar Beringharjo
contohnya. Mengetes kemampuan beropini anak kuliahan sepertiku kala mencari
barang-barang kulakan. Aku memilih bapak yang peka terhadap lingkungan sekitar.
Saat aku melewati lapaknya, beliau sedang mencari kain untuk mengepel jalan
yang licin karena ada cairan yang membuat pejalan kaki terpeleset. Masya allah
yah. Langsung hati ini meleleh. Lapaknya jualan baju-baju tidur berkain batik,
daster Panjang, dan daster dengan banyak pilihan dan variasi. Karena tahu kalau
aku ingin menjual daster itu kembali, aku diberi diskon yang lumayan.
Terimakasih, ya, Pak. Jazakallahu khoiron.
Di sela-sela pembahasan hubbul ardh ini, izinkan aku
bercerita mengenai asam manis usaha berwirausahaku, yah. Saat di pasar
Beringharho, aku bertemu penjual yang sangat gusar melihat tingkahku. Katanya
aku rempong, kayak orang bingung. Lah, memang bingung, nungguin chat wa dari
orang yang order itu barang. Mental ini harus sekuat baja. Adab ini juga harus
diperbagus. Biar sama-sama gak kesel dengan perbuatan dan tindak-tanduk kita. Hari
itu ketika di Beringharjo, benar-benar pengalaman yang begitu semriwing, tak
terlupakan. Mengedit foto, membuat video, ah mengasyikkan, sulit dijabarkan.
Lanjut mengenai lingkungan akibat membludaknya TPA Piyungan.
Pemilik warung makan warteg di shopping lantai dua juga mengalami keresahan
yang sama. “Coba lihat sampah yang berserakan tanpa ada yang memungut dan
menaruhnya di pembuangan sampah.” Setiap toko menghasilkan sampah yang
dijumlahkan bisa mencapai ribuan ton namun tanpa terketahui solusi dari gunung
sampah yang menjulang. Btw, warteg di lantai dua, harga makanannya pas di
kantong, tempatnya ramah bagi orang bercadar alias tertutup. Atau mungkin
gara-gara hari biasa jadi tidak terlalu ramai. Gak kayak di foodcourtnya taman
pintar yang super mehong. Ada harga, ada kualitas, lah, ya.
“Itu, tuh, Nid, beneran, ngeri, deh. Di kemanain, coba,
sampahnya?” Azora membalas obrolanku di mobil yang kami tumpangi menuju stasiun
Lempuyangan. Dia baek banget. Mau nganterin, semoga Allah membalas kebaikanmu,
Zo. Bantuin kita yang notabenenya mau menuntut ilmu. Kami mengobrol banyak hal.
Dia bercerita mengenai betapa beraninya keluar kota sendiri, perkuliahan,
keluarga, dan tak lupa legenda mahad Arrayah juga turut kuceritakan. Nostalgia
sejenak, tentu diperbolehkan. Hari itu pula anak dari kawan Muallimin telah
lahir. Jadi anak yang solihah, ya, Nak semoga keduaorangtuanya diberi karunia
dalam mendidik dan mentarbiyah anaknya tersebut serta diberi kelapangan rezeki.
Dari mobil ke kereta dengan penuh drama ketinggalan kereta
saat menuju Bogor. Aku yang memilih berenang terlebih dahulu di Pasar Senen
bikin geleng-geleng kepala. Aduh, ni anak, bener-bener. Astaghfirullahal adzim.
Kolam renang di pasar senen terletak di samping kanan tempat orang berlalu
lalang, pintu masuk Pasar Senen. Tarif masuknya 10.500. lumayan murah mengingat
posisinya di Jakarta, secara, ibukota. Waktu berenang aku bertemu ibu-ibu yang sedang
terapi, saran dari dokter baginya yang mengalami syaraf kejepit. “Daripada di
operasi Iebih baik berenang 3 kali seminggu,” celutuk salah seorang ibu kepada
kawan-kawannya yang ibu-ibu serta kepadaku yang ikutan nimbrung mengobrol.
Wkwkw.
Komentar
Posting Komentar