Tidak semua yang menjadi keinginan kita harus dicoba. Terkadang hanya perlu tahu saja sudah cukup. Uang-uang ini harus cukup untuk 3 bulan. Menahan keinginan juga bisa dianggap bekerja. Bekerja mengestimasi dana yang masuk untuk ditabung. Dikontrol sedemikian rupa agar goal terpenuhi apa yang mau dibeli. Perbanyak istighfar. Menjadi roisah ghurfah lagi mengajarkanku agar bisa remedial. Remedial dalam tanda kutip karena orang-orang yang dipimpin pun berbeda. Ah, rasanya super beda. Terimakasih telah memaksa beberapa di antara kami untuk memanfaatkan waktu dengan menyampuli buku-buku. Jadi keinget Zahro yang pinjam mushaf tafsir mukhtasor yang kemudian dia sampul rapi. Lebih rapi dari sebelumnya yang aku sampul. Jazakillah khoiron Zahro. Tentang bergantung kepada Allah. 30 hari di Bantul. Aku beruntung sekali. Alhamdulillahirabbil alamin. Aku bisa lebih kenal yang namanya Budhe Wiji. Budhe yang super rajin. Ngeliwet di pagi hari, nyapu-nyapu, olahraga di lapangan setiap pagi, menyempatkan salat Dhuha apapun yang terjadi. Ah, seru sekali, bukan? Pakde yang super perhatian juga tak kalah aku bersyukur. Beliau memperkenankanku andil peran sedikit dalam mengelola sawah. Walaupun akhirnya cewek ini minta pulang duluan setalah ngerabuki setengah ladang saking merasa capeknya. Padahal pakde berjam-jam di sana tiada masalah.
Oh, iya kau tahu kisah
memberi uang karena rajin membaca? Setiap bab dihadiahi 2.500. Alya sangat
semangat mendapat sayembara itu dari mulutku. Bergegas ia baca novel tere liye
serial anak mamak yang sengaja aku pampang di rak buku. Bahkan tak segan-segan
ia umumkan sayembara yang aku rencanakan khusus untuknya ke antero Keyongan.
Saat itu liburan anak-anak SD. Bergegas menghampiri rumah hijau berdinding
keramik. Sudah delapan bab ia baca. Menagihku di saat aku hendak kembali
Sukabumi. semoga semangat membaca itu tidak pudar Alya, jadilah orang yang suka
membaca. Menjadi obat bagi penatnya hati dan penyembuh luka jiwa serta penambah
wawasan.
Ada anak yang Bernama Neo. Neo Anak yang aktif dan
pemberani. Dia berhasil membaca 30 lembar dan meminta jatah uang bayaran di
tempat. Sebelum membaca, terjadi perseteruan yang begitu alot mengenai
kesepakatan uang. Dia memilih buku cerita fiksi mengenai fabel, cerita hewan.
Katanya sedikit sekali, per judul diupahi lima ratus rupiah. Beruntung anak
kecil Bernama Neo itu reda amarahnya dan mulai asyik membaca. Dia aku beri
jatah tiga ribu rupiah. Anak-anak lain memang memulai halaman pertama pada
novel tereliye. Namun tak ada yang sukses membaca satu judul selain Alya. Tak
apa, menjadi awal pemanasan bagaimana, sih rasanya bisa membaca di waktu kecil.
Selain itu, isi dompetku masih utuh tentunya.
Komentar
Posting Komentar