Langsung ke konten utama

Before UTS2023

 

Alhamdulillah Ya Allah  kau beri hamba kesempatan untuk menulis. Hari ini hari tenang karena besok adalah hari ujian. Hari ini pula hari terakhir kami memegang laptop. Hari keduabelas Ramadhan,  bulann Alquran dan bulan dilipatkan pahala. Melewatinya Bersama para bidadari dengan ujian-ujian yang menjadi sahabat serta barnamaj yang menjadi kerabat. Tarawih dengan bacaan imam yang harus dikatakan teramat menyejukkan hati dan pikiran. Setengah juz, masya allah. Kurma-kurma yang Allah karuniakan kepada kami, alhamdulillah. Kesederhanaan dalam berbuka, kebersamaan dan kekhidmatan dalam berdoa, wahai kiranya, Ramadhan menjadi madrasah pengasah fisik-jasmani maupun psikis-ruh. Sahur yang mana jam setengah tiga, ada dari pihak masyarakat berteriak-teriak kencang, menimbulkan kebisingan bagi yang tidur namun tak terlalu lelap. Eits, Namanya wasilah suapaya Allah bisa membangunkannya. Syukron, terimakasih bagi yang sudah Allah jadikan wasilah untuk membangunkan. Kesempatan itu tak datang kecuali hanya satu kali lantas mengapa seakan kau selalu menolak? Sungguh berjanjilah untuk berani, bermuamalah jayyidah serta iklhas dalam segala a’mal

Ternyata sangat sedih jika tahun-tahun berlalu tanpa tulisan. Saya menuliskanya, kok, hanya saja dalam lembaran bewarna putih. Sangat acak-acakan tulisan itu, tak tertata rapi.  Sangat menyenangkan bisa menjadi kenangan kembali. Berusaha mengatur kembali hak-hak hati. Fokus menjadi kunci tak goyhnya hati. Semakin ke sini semakin memikirkan lawan jenis tak memiliki ruang. Padatnya hari memojokkannya. Hubungan dengan Alquran benar-benar disebut penawar hati. Kangen dengan orangtua sudah pasti bikin air mata jatuh tanpa terasa. Atau doa-doa nabi yang tertulis dalam Alquran juga begitu. Kelebihan-kelebihan akhowat yang mulai terlihat ke permukaan. Muhadoroh Bersama asatidzah setiap menjelang berbuka yang entah kapan besok gentian kita mengisi di masyarakat. Arrayah tetap Arrayah yang dahulu dan kini. Atsmosfer sling menyeru kepada kebaikan, saling menginatkan. Asatidzah yang ilmunya seluas samudra, wejangannya yang tegak lurus dengan keteladanan mereka. Gambaran bagaimana membina rumah tangga juga kami dapatkan. Akhowat yang begitu penuh talenta. Mengemban begitu banyak amanah. allahuakbar. 

 

Sekian tulisan sebelum UTS dengan aplikasi yang sangat keren.

#optikcikembangbarengnia

#kapangawejurnal

#mintajengukndakdikasihwongjauhbanget

#rotitawaralukhtmridhohsyafahallah

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa(Esensi)

RESENSI BUKU 50 PENDAKWAH PENGUBAH SEJARAH Karya: Ahmad Jaelani Penerbit: ProU media Ki Bagus Hadikusumo, Tokoh Muhammadiyah sang perumus pembukaan UUD, preambule itu, keukeuh untuk menjadikan tujuh kata itu, yang sempat ditentang itu, ada dalam dasar negara. Ya, sila pertama itu. Gegara hal tersebut, semua tokoh bingung menghadap beliau. Keras dalam berpendapat dan wajib hukumnya, bahwa Islam harus menjadi akar, harus menjadi fondasi, atau landasan negara Indonesia. Lagi pula mayoritas penduduk negeri ini Islam, tentu jika kalimat “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya,” akan membuat kita, muslim Indonesia, menjadi muslim kaffah. Toh tidak ada kata paksaan pula untuk menjalankan syariat, jika bukan orang muslim. Di mana letak salah Pak Bagus Hadikusumo? Rupanya, banyak tokoh yang dengki dengan agama mulia ini. Biarlah semua agama mendapat perlakuan yang sama. Islam, Kristen, Budha, Konghuchu, dan agama lainnya itu sama. Tidak ada yang mendapat keist...

NEED REAL ACTION

Tidur sengaja di waktu guru sedang menjelaskan itu “Dzalim”. Dzalim kepada Sang pemberi ilmu, dzalim kepada waktu yang disumpah-Nya, dzlim kepada uang SPP pemberian ortu, serta dzalim kepada-Nya, Snag Pemberi Titah supaya menuntut ilmu. Maka energi-energi yang penuh kedzaliman itu merata, menyebar ke dalam nadi kehidupan. Tak seharusnya itu dilakukan. Potensial belum terkinetik maksimal. Akan saya coba mendengar beriring mencatat. What ever he/she said I would write it . Satu-satunya cara ampuh supaya tidak tidur di waktu orang mulia ini menjelaskan. Semoga upaya ini, orang mulia lainnya yang pernah saya dzalimi ini selalu memaafkan dan mendoakan. Waktu dhuha, usahakan sholat dhuha, minimal punya wudhu kalau tidak memungkinkan. Hidupkan kembali suasana menimba ilmunya iilmuwan Islam.  Istirahat jam 10, aktivitas yang memang paling enak adalah tidur. Tetapi nek buat tidur akan terasa percuma, malas menerjang dampaknya jam selanjutnya juga terasa malas, malas, dan malas. Al...

DIBALIK NAMA

Tujuan hidupku adalah Engkau Menginti kepada nama setiap insan Apakah nama sudah menjadi cerminan? Layakkah kau dipanggil Nida? Pernahkah aku bertanya Mengapa namaku itu harus Nida Karena sesungguhnya aku tak kuat Aku tak mampu menyandang nama itu Menggigit jari kuat Saat arti dan makna melesat Menyeruak ke sanubari Itu nama sangat berat Bahkan lebih berat dari badan Nama itu pemberian orang tua Harapan mereka yang menjadi tanggungan Tanggunganku yang menjadi harapanku jua