Alhamdulillah Ya Allah kau beri hamba kesempatan untuk menulis. Hari ini
hari tenang karena besok adalah hari ujian. Hari ini pula hari terakhir kami
memegang laptop. Hari keduabelas Ramadhan,
bulann Alquran dan bulan dilipatkan pahala. Melewatinya Bersama para bidadari
dengan ujian-ujian yang menjadi sahabat serta barnamaj yang menjadi kerabat. Tarawih
dengan bacaan imam yang harus dikatakan teramat menyejukkan hati dan pikiran. Setengah
juz, masya allah. Kurma-kurma yang Allah karuniakan kepada kami, alhamdulillah.
Kesederhanaan dalam berbuka, kebersamaan dan kekhidmatan dalam berdoa, wahai
kiranya, Ramadhan menjadi madrasah pengasah fisik-jasmani maupun psikis-ruh. Sahur
yang mana jam setengah tiga, ada dari pihak masyarakat berteriak-teriak
kencang, menimbulkan kebisingan bagi yang tidur namun tak terlalu lelap. Eits, Namanya
wasilah suapaya Allah bisa membangunkannya. Syukron, terimakasih bagi yang sudah
Allah jadikan wasilah untuk membangunkan. Kesempatan itu tak datang kecuali hanya
satu kali lantas mengapa seakan kau selalu menolak? Sungguh berjanjilah untuk berani,
bermuamalah jayyidah serta iklhas dalam segala a’mal
Ternyata sangat sedih jika tahun-tahun berlalu tanpa tulisan.
Saya menuliskanya, kok, hanya saja dalam lembaran bewarna putih. Sangat acak-acakan
tulisan itu, tak tertata rapi. Sangat menyenangkan
bisa menjadi kenangan kembali. Berusaha mengatur kembali hak-hak hati. Fokus menjadi
kunci tak goyhnya hati. Semakin ke sini semakin memikirkan lawan jenis tak
memiliki ruang. Padatnya hari memojokkannya. Hubungan dengan Alquran benar-benar
disebut penawar hati. Kangen dengan orangtua sudah pasti bikin air mata jatuh
tanpa terasa. Atau doa-doa nabi yang tertulis dalam Alquran juga begitu. Kelebihan-kelebihan
akhowat yang mulai terlihat ke permukaan. Muhadoroh Bersama asatidzah setiap
menjelang berbuka yang entah kapan besok gentian kita mengisi di masyarakat. Arrayah
tetap Arrayah yang dahulu dan kini. Atsmosfer sling menyeru kepada kebaikan,
saling menginatkan. Asatidzah yang ilmunya seluas samudra, wejangannya yang
tegak lurus dengan keteladanan mereka. Gambaran bagaimana membina rumah tangga juga kami
dapatkan. Akhowat yang begitu penuh talenta. Mengemban begitu banyak amanah. allahuakbar.
Sekian tulisan sebelum UTS dengan aplikasi yang sangat
keren.
#optikcikembangbarengnia
#kapangawejurnal
#mintajengukndakdikasihwongjauhbanget
#rotitawaralukhtmridhohsyafahallah
Komentar
Posting Komentar