Banyak yang bilang, libur adalah anugrah.
Bagaimana tidak, itu kata pelipur jiwa yang suntuk.
Itu kata ibarat ganja yang setiap harinya harus selalu ada.
Itu kata, menjadi penghantar surga dunia.
Itu kata, membuka peluang-peluang supaya yang diinginkan menjadi tercapai.
Ada pula yang bilang musibah.
Musibah besar.
Bagaimana tidak, kebiasaan baik perhalan mulai dikhianati.
Itu kata, menjadikan orang yang menyentuhnya, malas luar biasa.
Itu kata, jadi alasan-alasan agar bisa bermaksiat.
Itu kata, memimpin rasa halu tak terhingga.
Itu kata, menguras kantung secara tak sadar.
Itu kata, membombardir kualitas diri jadi tipis sekali.
Bahkan, itu kata, secara perhalan, membekukan serta mengkaratkan otak.
Wahai, Libur
Dengarkan aku!!
Kau harus dengar bahwa kau tak bisa membudakkan aku. Aku adalah budak yang tak kan pernah sekali-kali kau bisa beli. Budak Allah yang selalu tunduk pada-Nya. Bukan pada kau!
Wahai, Libur
Lihatlah, aku!!
Kau harus lihat bahwa aku adalah panglima atas diriku sendiri. Aku yang akan berencana terhadap kau! Dan jangan sekali-kali kau jejali dengan keunfaedahanmu.
Aku harap, Allah terus menunjukkanku jalan untuk mengaturmu, wahai Libur..
.
.
created by: Uzik
Komentar
Posting Komentar