Langsung ke konten utama

Porsi Itu, Sedikitkan, Say!!

 Porsi itu, sedikitkan, Say!!

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh,
Jikalau bukan karena tanggungjawab anak-wali santri pondok ini, yang boleh pinjam wa musyrifah ini,
yang ada TV ini, yang dekat dengan mall sekaligus diperbolehkan pergi ke sana sini, pastilah, akan saya
lenyapkan handphone bermerk Meizu ini (bukan promo ya!). Entah mengapa, dan entah mengapa, saya
begitu kacau hari-hari ini. Pikiran bersliweran, rencana berhamburan, dan prinsip berkelindan rusak.

Manakala hati yang berpangkal akan perlindungan-Nya, terusik dengan sesosok lawan jenis mana pun
yang tak haram tuk dinikahi. Manapun. Sekali lagi, manapun. Bahkan orang yang jelas-jelas menyatakan
cintanya di hadapan layar dengan kawan kita misalnya, seketika tak memupuskan harapan untuk bisa
bersanding kelak dengan yang bercerita.

Sudahi atau kau musnah? Sudahi atau ibadahmu menjadi sia. Urungkan segala hal berupa kebusukan
dan ketidaksesuaian dengan Quran. Hati gundah itu, musibah dahsyat. Baca bukulah, lebih faedah. Sirah
nabawiyah itu akankah tergeletak saja? Buku yang kau beli di shopping dengan penuh rasa bangga itu
akankah terbengkalai di rak saja? Satu hari dalam seminggu, saya benar-benar harus berpacaran dengan
buku. Kau pastilah ada waktu luang. Daripada Cuma bengong bucin gak jelas. Wali banyak yang
berdatangan. Santri banyak yang meminta, WA dan uang. Kesibukan-kesibukan itu, harus disertai siasat
untuk bisa baca buku dan memurojaah hafalan. Seru,ya, bisa hidup begitu? Siasat jitu kalau kau tahu
kala sedang beraktivitas apa pun, harap saya diberitahu!

Orang lain yang sibuk-sibuk, adalah orang yang beruntung. Bisa fokus membagi waktu, mana yang untuk
masyarakat, orang lain, kuliah, teman, organisasi, bekerja dan lain sebagainya. Hebat sekali mereka.
Teman-teman sayalah contohnya, yang dekat saja. Setiap libur datang, mau jadi santri, mau jadi
musyrifah, Ya, Allah, kalau saya, agendanya benar-benar hanya mendekam di asrama. Tapi saya nggak
lumutan dan bersyukur tentunya. Saya bisa mencuci, sholat dhuha, melayani anak, dan aktivitas yang
membuat saya jadi perempuan seutuhnya. Eyaak.

Intinya, semua pekerjaan, baik. Kalau jalan, ya diniati ibadah. Beli belanja bulanan juga diniati biar
kebutuhan yang dibeli, menjadi penghantar untuk semakin dekat dengan-Nya. Tulisan ini bukan semata
bentuk pembelaan saya akan sikap dan karakter saya selama ini. Hanya mau membuat prestasi yang
berbeda. Bahwa  selama enam tahun saya pernah ke Malioboro Mall selama 2 kali. Menonton bioskop
satu kali. Jcm, lippo, tranSMART, sama sekali belum pernah saya datangi. Mau tanya apa lagi? Dan
maafkan atas kekuperan saya yang saya sengaja.

Lantas, biarkan wowok menguap dalam gelap. Tertimbun dengan kemampuan saya. Hangus atas api niat
saya. Semangat kuliah itu wajib. Jadi “orang” dulu itu, prioritas. Entah itu hafizh, sarjana, atau doktor.
Yang belum berkesempatan menjadi “orang”, ikhlaslah menjadi kau saat ini, dan jauhi perangai setan.
Malas, pengecut, pecundang, takutan, rasa benci. Sungguh, hindari hal-hal itu. Maksiat dapat mengotori
hati, kau bahkan punya sesuatu yang jarang orang tahu. Uwais al-Qarni saja, tak terkenal di bumi tetapi
terkenal di langit karena keikhlasan, dan kesabarannya dalam bakti kepada orang tua.

Rasa cinta itu sama halnya dengan rasa rajin dan suka menambah ilmu untuk diamalkan. Makin kau
beri porsi lebih, rasa candunya akan semakin terasa. Dia amat bijak. Kaku dan dingin semakin
menambah kebijakannya. Memang menyebalkan jika dilihat dengan hawa nafsu. Tetapi secara nalar
memang rasional dia berbuat seperti itu. Katanya nggak bisa marah, kok sukanya bikin orang marah.

Saya belajar dari masa lalu. Pahit jika mengingat. Sudahlah, kisah Hanum-Rangga dalam buku” I am
Sarahza” juga bisa kita ambil hikmahnya. Setiap “cinta” pasti akan dipertemukan dengan tak
terduga. Tiba-tiba.

Inas Ali pesen, kalau kita suka sama orang, dan perasaan itu kok ganggu banget, doa saja ke Allah
supaya Allah hilangkan perasaan ini. Doa seperti itu terus  menerus. Inas sudah pernah coba, njuk
berhasil. Manjur, lalu nggak baperan lagi. Iya, ya. Kayak gitu pasti juga manjur di saya. Rumus
sederhananya,  kecilkan porsi untuk itu, perbanyak dzikir dan inget Allah, sama Baca buku! Dah, itu!

Belajarlah, kamu, Nid, menjadi orang dewasa yang nggak wowokan. Memang sudah dihapus semua
kontak ikhwan itu. Melegakan jiwa dan pikiran saya dari yang sebelum-sebelumnya. Tapi, kok
terkadang ada saja cara setan yang terkutuk buat saya untuk bisa kontakan lagi dengan dia.
Memang, setan, setan.  

Astagfirullahal'adzim...
Sudahi!!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa(Esensi)

RESENSI BUKU 50 PENDAKWAH PENGUBAH SEJARAH Karya: Ahmad Jaelani Penerbit: ProU media Ki Bagus Hadikusumo, Tokoh Muhammadiyah sang perumus pembukaan UUD, preambule itu, keukeuh untuk menjadikan tujuh kata itu, yang sempat ditentang itu, ada dalam dasar negara. Ya, sila pertama itu. Gegara hal tersebut, semua tokoh bingung menghadap beliau. Keras dalam berpendapat dan wajib hukumnya, bahwa Islam harus menjadi akar, harus menjadi fondasi, atau landasan negara Indonesia. Lagi pula mayoritas penduduk negeri ini Islam, tentu jika kalimat “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya,” akan membuat kita, muslim Indonesia, menjadi muslim kaffah. Toh tidak ada kata paksaan pula untuk menjalankan syariat, jika bukan orang muslim. Di mana letak salah Pak Bagus Hadikusumo? Rupanya, banyak tokoh yang dengki dengan agama mulia ini. Biarlah semua agama mendapat perlakuan yang sama. Islam, Kristen, Budha, Konghuchu, dan agama lainnya itu sama. Tidak ada yang mendapat keist...

NEED REAL ACTION

Tidur sengaja di waktu guru sedang menjelaskan itu “Dzalim”. Dzalim kepada Sang pemberi ilmu, dzalim kepada waktu yang disumpah-Nya, dzlim kepada uang SPP pemberian ortu, serta dzalim kepada-Nya, Snag Pemberi Titah supaya menuntut ilmu. Maka energi-energi yang penuh kedzaliman itu merata, menyebar ke dalam nadi kehidupan. Tak seharusnya itu dilakukan. Potensial belum terkinetik maksimal. Akan saya coba mendengar beriring mencatat. What ever he/she said I would write it . Satu-satunya cara ampuh supaya tidak tidur di waktu orang mulia ini menjelaskan. Semoga upaya ini, orang mulia lainnya yang pernah saya dzalimi ini selalu memaafkan dan mendoakan. Waktu dhuha, usahakan sholat dhuha, minimal punya wudhu kalau tidak memungkinkan. Hidupkan kembali suasana menimba ilmunya iilmuwan Islam.  Istirahat jam 10, aktivitas yang memang paling enak adalah tidur. Tetapi nek buat tidur akan terasa percuma, malas menerjang dampaknya jam selanjutnya juga terasa malas, malas, dan malas. Al...

DIBALIK NAMA

Tujuan hidupku adalah Engkau Menginti kepada nama setiap insan Apakah nama sudah menjadi cerminan? Layakkah kau dipanggil Nida? Pernahkah aku bertanya Mengapa namaku itu harus Nida Karena sesungguhnya aku tak kuat Aku tak mampu menyandang nama itu Menggigit jari kuat Saat arti dan makna melesat Menyeruak ke sanubari Itu nama sangat berat Bahkan lebih berat dari badan Nama itu pemberian orang tua Harapan mereka yang menjadi tanggungan Tanggunganku yang menjadi harapanku jua