Langsung ke konten utama

Merdekakan jiwa saya, Ya Allah.



Guyonan teman sekelas mengenai kafarat memerdekakan budak menjadi manis-manisnya. Budak cinta, budak HP, maupun budak hawa nafsu. Segera kita melakukan pelanggaran had biar kita bisa memerdekakan mereka semua! Kasihan kalo gak segera dimerdekakan.

Anda rupanya ingin menantang saya untuk berlomba, ya? Walau terkadang apa yang saya pikir tentang anda itu ZOONK. Tetapi apa salahnya berhusnudzon, menetapkan suatu kriteria dan haha, anda ke-PD an. Ini tentang orang lain bukan tentang anda.

Sampai UN kata anda, siapa takut?  Amanah periode sudah usai, maka tak ada alasan lagi tuk membawa, memainkan. Layar bercahaya itu sudah saya tutup sesuai perjanjian. Maaf kalau saya terlambat memulai, tak seperti anda yang lebih dahulu. Lebih tahu dan lebih paham, sayangnya anda tak share cerita itu. Biar tak khlawat chat. Lebih baik berkhlawat dengan al-Quran, kan? Betul jawab saya. Biar hepi lagi jawab anda.

Dan kriteria saya adalah yang tak suka chat. Kalaupun suka dia bisa mengendalikan dan tak terjebak di dalamnya. Sangat ZOONK saat mengetahui anda dengan teman saya. ZOONK abis.

Kini saatnya berstrategi baru. Sepeda juga saya hibahkan manfaatnya buat adik kelas. Kalau barangnya seandainya juga buat dia ya sudah saya ikhlaskan, harapannya dibawa ke tempat-tempat baik biar jariyahnya sampai ke saya. Berpergian tak bisa semasif lalu-lalu. Berkutat sebentar dengan buku-buku kudu kuat. Saya juga harus dapatkan senyuman manis ibu itu.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa(Esensi)

RESENSI BUKU 50 PENDAKWAH PENGUBAH SEJARAH Karya: Ahmad Jaelani Penerbit: ProU media Ki Bagus Hadikusumo, Tokoh Muhammadiyah sang perumus pembukaan UUD, preambule itu, keukeuh untuk menjadikan tujuh kata itu, yang sempat ditentang itu, ada dalam dasar negara. Ya, sila pertama itu. Gegara hal tersebut, semua tokoh bingung menghadap beliau. Keras dalam berpendapat dan wajib hukumnya, bahwa Islam harus menjadi akar, harus menjadi fondasi, atau landasan negara Indonesia. Lagi pula mayoritas penduduk negeri ini Islam, tentu jika kalimat “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya,” akan membuat kita, muslim Indonesia, menjadi muslim kaffah. Toh tidak ada kata paksaan pula untuk menjalankan syariat, jika bukan orang muslim. Di mana letak salah Pak Bagus Hadikusumo? Rupanya, banyak tokoh yang dengki dengan agama mulia ini. Biarlah semua agama mendapat perlakuan yang sama. Islam, Kristen, Budha, Konghuchu, dan agama lainnya itu sama. Tidak ada yang mendapat keist...

NEED REAL ACTION

Tidur sengaja di waktu guru sedang menjelaskan itu “Dzalim”. Dzalim kepada Sang pemberi ilmu, dzalim kepada waktu yang disumpah-Nya, dzlim kepada uang SPP pemberian ortu, serta dzalim kepada-Nya, Snag Pemberi Titah supaya menuntut ilmu. Maka energi-energi yang penuh kedzaliman itu merata, menyebar ke dalam nadi kehidupan. Tak seharusnya itu dilakukan. Potensial belum terkinetik maksimal. Akan saya coba mendengar beriring mencatat. What ever he/she said I would write it . Satu-satunya cara ampuh supaya tidak tidur di waktu orang mulia ini menjelaskan. Semoga upaya ini, orang mulia lainnya yang pernah saya dzalimi ini selalu memaafkan dan mendoakan. Waktu dhuha, usahakan sholat dhuha, minimal punya wudhu kalau tidak memungkinkan. Hidupkan kembali suasana menimba ilmunya iilmuwan Islam.  Istirahat jam 10, aktivitas yang memang paling enak adalah tidur. Tetapi nek buat tidur akan terasa percuma, malas menerjang dampaknya jam selanjutnya juga terasa malas, malas, dan malas. Al...

DIBALIK NAMA

Tujuan hidupku adalah Engkau Menginti kepada nama setiap insan Apakah nama sudah menjadi cerminan? Layakkah kau dipanggil Nida? Pernahkah aku bertanya Mengapa namaku itu harus Nida Karena sesungguhnya aku tak kuat Aku tak mampu menyandang nama itu Menggigit jari kuat Saat arti dan makna melesat Menyeruak ke sanubari Itu nama sangat berat Bahkan lebih berat dari badan Nama itu pemberian orang tua Harapan mereka yang menjadi tanggungan Tanggunganku yang menjadi harapanku jua