Langsung ke konten utama

Futhur (lemah iman)


Futhur atau lemah iman itu bak permainan gobag sodor yang tak bisa sekali lolos sudah begitu saja. Masih ada ujian berupa orang-orang di depannya yang mengawasi  dan siap menangkap, bahkan cenderung lebih rumit, karena sekali lolos di orang pertama, maka di depan akan muncul lagi orang serupa dengan orang pertama dan terkadang kita tidak dapat melewatinya padahal pernah lolos sebelumnya.  Contoh: saya berhasil melewati ujian “Lawan Jenis” tetapi ujian solat khusyu’ maupun tertunaikan solat rawatib belum bisa saya lewati. Padahal sebelumnya sudah pernah dan bisa, tetapi proses mempertahankan amat susah dan licin tuk dikendalikan. Apalagi keistiqomahan baik solat ataupun rokaatnya solat tahajud. Sekali-kali di depan sana muncul pula ujian “Lawan Jenis” lagi. Terkadang lulus terkadang gagal. Padahal sebelumnnya pernah lulus. Begitu, menggelikan, bukan?

Ya Allah, tetapkan hati ini atas agama-Mu, tetapkan hati ini atas ketaatan kepada-Mu. Rasa berat itu harus terganti dengan keihklasan yang darinya tumbuh kenikmatan ukhrawi. Sadar akan tujuan hidup supaya ghirah hidup untuk ibadah terus menyala. Jadikanlah kaum muslimin hari ini kaum masuk ke dalam golongan yang sedikit itu, yang menggenggam bara api itu, yang mengenal Tuhannya itu, yang khusyu’ dalam sholatnya itu.

Beruntungnya, beruntungnya, beruntungnya
Bagi mereka, mereka yang selalu berjuang mengubah dengan apa adanya

Meruginya, Meruginya, Meruginya
Bagi mereka, mereka yang melihat tanda kemudian pasrah, acuh, meninggalkan dan membuang muka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa(Esensi)

RESENSI BUKU 50 PENDAKWAH PENGUBAH SEJARAH Karya: Ahmad Jaelani Penerbit: ProU media Ki Bagus Hadikusumo, Tokoh Muhammadiyah sang perumus pembukaan UUD, preambule itu, keukeuh untuk menjadikan tujuh kata itu, yang sempat ditentang itu, ada dalam dasar negara. Ya, sila pertama itu. Gegara hal tersebut, semua tokoh bingung menghadap beliau. Keras dalam berpendapat dan wajib hukumnya, bahwa Islam harus menjadi akar, harus menjadi fondasi, atau landasan negara Indonesia. Lagi pula mayoritas penduduk negeri ini Islam, tentu jika kalimat “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya,” akan membuat kita, muslim Indonesia, menjadi muslim kaffah. Toh tidak ada kata paksaan pula untuk menjalankan syariat, jika bukan orang muslim. Di mana letak salah Pak Bagus Hadikusumo? Rupanya, banyak tokoh yang dengki dengan agama mulia ini. Biarlah semua agama mendapat perlakuan yang sama. Islam, Kristen, Budha, Konghuchu, dan agama lainnya itu sama. Tidak ada yang mendapat keist...

NEED REAL ACTION

Tidur sengaja di waktu guru sedang menjelaskan itu “Dzalim”. Dzalim kepada Sang pemberi ilmu, dzalim kepada waktu yang disumpah-Nya, dzlim kepada uang SPP pemberian ortu, serta dzalim kepada-Nya, Snag Pemberi Titah supaya menuntut ilmu. Maka energi-energi yang penuh kedzaliman itu merata, menyebar ke dalam nadi kehidupan. Tak seharusnya itu dilakukan. Potensial belum terkinetik maksimal. Akan saya coba mendengar beriring mencatat. What ever he/she said I would write it . Satu-satunya cara ampuh supaya tidak tidur di waktu orang mulia ini menjelaskan. Semoga upaya ini, orang mulia lainnya yang pernah saya dzalimi ini selalu memaafkan dan mendoakan. Waktu dhuha, usahakan sholat dhuha, minimal punya wudhu kalau tidak memungkinkan. Hidupkan kembali suasana menimba ilmunya iilmuwan Islam.  Istirahat jam 10, aktivitas yang memang paling enak adalah tidur. Tetapi nek buat tidur akan terasa percuma, malas menerjang dampaknya jam selanjutnya juga terasa malas, malas, dan malas. Al...

DIBALIK NAMA

Tujuan hidupku adalah Engkau Menginti kepada nama setiap insan Apakah nama sudah menjadi cerminan? Layakkah kau dipanggil Nida? Pernahkah aku bertanya Mengapa namaku itu harus Nida Karena sesungguhnya aku tak kuat Aku tak mampu menyandang nama itu Menggigit jari kuat Saat arti dan makna melesat Menyeruak ke sanubari Itu nama sangat berat Bahkan lebih berat dari badan Nama itu pemberian orang tua Harapan mereka yang menjadi tanggungan Tanggunganku yang menjadi harapanku jua