Langsung ke konten utama

Jurnal Gntr



"Ikatlah buruanmu dengan tali biar tak lepas"
"Ikatlah ilmu dengan menulis, biar tak terhempas"

Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah, As-syukru lillah, bersyukur kepada Allah atas nikmat dapat menuliskan kembali apa yang telah disampaikan oleh bapak pengasuh Gontor yang pada waktu itu, beliau ceramah bakda magrib selama hampir setengah jam dengan bahasa arab full (Insyaallah saya paham)

Berikut pesan beliau.
Jadilah seperti jenis tanah bumi yang dengan diturunkannya air, dapat menyimpan air itu dan dengan air tersebut dapat menumbuhkan segala jenis macam tumbuhan yang dengan tumbuhan itu, hewan-hewan dapat memakannya serta manusia menjadi pemanfaat nomor satu dan paling lengkap atas air, tumbuhan dan hewan sekaligus

Tanah itu diumpamakan dengan ilmu yang jika diserap atau diambil, maka dapat bermanfaat bagi sekitarnya kecuali jika hanya terus bersemayam di dalam tanah alias tak pernah digunakan ataupun menjadi manfaat untuk sesama.

Beliau juga mewejangi kami, anak gontor yang berstatus muallimaat ini dengan 3 hal,
yang pertama ialah muroqobah, berpikir terlebih dahulu sebelum apa2 itu dikerjakan. Apa manfaatnya dan apa mudorotnya. Baik-buruknya dipertimbangakan matang-matang. Dekatkan serta analisislah perbuatan tersebut.

yang kedua ialah muhasabah, introspeksi terhadap apa yang sudah dilakukan atau amalan sunnah apa yang abai ditinggalkan begitu saja, atau diriku dengan sengaja tak dikerjakan. Sudahkah saya berinfak, bersedekah?  Setidaknya dengan senyuman saya? Mengapa hal2 baik dilupakan sedang yang buruk dikerjakan?

dan yang ketiga adalah mu'aqobatun nafs. Hukumlah dirimu sendiri jika kesalahanmu tak terampuni. Hukumlah selagi dirimu sendiri yang menghukum. Hukuman bagi diri sendiri contohnya, bersedekah jika melakukan perbuatan A misal. Atau membaca setengah juz al-Quran dan lain sebagainya. Niscaya hukuman-hukuman berupa amal kebajikan itu menghapus kesalahan-kesalahan.

Nasihat berbahasa Arab full itu banyak yang diulang-ulang agar semakin paham, tajam dan masuk dalam hati.

Ada pula tamu dari Mesir yang ahli bahasa Arab menyampaikan tentang keunikan huruf hijaiyah, bagaimana alif washal itu atau hamzah yang dibaca. Huruf jar yang mengubah makna. Contohnya seperti يرغب عن او يرغب في dan sebagainya.

Semoga bermanfaat.
Desember, 2018
!!!يا بناتي العزيزة

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa(Esensi)

RESENSI BUKU 50 PENDAKWAH PENGUBAH SEJARAH Karya: Ahmad Jaelani Penerbit: ProU media Ki Bagus Hadikusumo, Tokoh Muhammadiyah sang perumus pembukaan UUD, preambule itu, keukeuh untuk menjadikan tujuh kata itu, yang sempat ditentang itu, ada dalam dasar negara. Ya, sila pertama itu. Gegara hal tersebut, semua tokoh bingung menghadap beliau. Keras dalam berpendapat dan wajib hukumnya, bahwa Islam harus menjadi akar, harus menjadi fondasi, atau landasan negara Indonesia. Lagi pula mayoritas penduduk negeri ini Islam, tentu jika kalimat “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya,” akan membuat kita, muslim Indonesia, menjadi muslim kaffah. Toh tidak ada kata paksaan pula untuk menjalankan syariat, jika bukan orang muslim. Di mana letak salah Pak Bagus Hadikusumo? Rupanya, banyak tokoh yang dengki dengan agama mulia ini. Biarlah semua agama mendapat perlakuan yang sama. Islam, Kristen, Budha, Konghuchu, dan agama lainnya itu sama. Tidak ada yang mendapat keist...

NEED REAL ACTION

Tidur sengaja di waktu guru sedang menjelaskan itu “Dzalim”. Dzalim kepada Sang pemberi ilmu, dzalim kepada waktu yang disumpah-Nya, dzlim kepada uang SPP pemberian ortu, serta dzalim kepada-Nya, Snag Pemberi Titah supaya menuntut ilmu. Maka energi-energi yang penuh kedzaliman itu merata, menyebar ke dalam nadi kehidupan. Tak seharusnya itu dilakukan. Potensial belum terkinetik maksimal. Akan saya coba mendengar beriring mencatat. What ever he/she said I would write it . Satu-satunya cara ampuh supaya tidak tidur di waktu orang mulia ini menjelaskan. Semoga upaya ini, orang mulia lainnya yang pernah saya dzalimi ini selalu memaafkan dan mendoakan. Waktu dhuha, usahakan sholat dhuha, minimal punya wudhu kalau tidak memungkinkan. Hidupkan kembali suasana menimba ilmunya iilmuwan Islam.  Istirahat jam 10, aktivitas yang memang paling enak adalah tidur. Tetapi nek buat tidur akan terasa percuma, malas menerjang dampaknya jam selanjutnya juga terasa malas, malas, dan malas. Al...

DIBALIK NAMA

Tujuan hidupku adalah Engkau Menginti kepada nama setiap insan Apakah nama sudah menjadi cerminan? Layakkah kau dipanggil Nida? Pernahkah aku bertanya Mengapa namaku itu harus Nida Karena sesungguhnya aku tak kuat Aku tak mampu menyandang nama itu Menggigit jari kuat Saat arti dan makna melesat Menyeruak ke sanubari Itu nama sangat berat Bahkan lebih berat dari badan Nama itu pemberian orang tua Harapan mereka yang menjadi tanggungan Tanggunganku yang menjadi harapanku jua