Nggon Seng Kotor. Supaya pemahaman mengenai tempat ini berubah. Nggon ini sama sekali tak kotor hakikatnya apalagi esensinya atau dominannya. Tempat ini adalah darusalam, tempat sejahtera nan damai.
Mukrimatut dhuyufnya amat mengesankan dan ramah sangat. Sambutan hangat selalu menyertai kami. 5 hari yang mengesankan Wahai, Putri, Fatih, Manda, Rani, Ust Sheila, maupun Ust Eka. Semoga selalu terlimpahkan rahmat-Nya pada mereka.
Hal-hal luar biasa yang mungkin terdengar sering frekuensinya adalah jilbab putih yang setiap waktu mereka kenakan. Tiket makan untuk pengambilan makan. Bahasanya yang kece. Serta antikesenjangan diterapkan di sana. Contohnya, pada barang jenis jam tangan yang diameternya maksimal wajib 2‚5 cm, selebihnya disita. Ada pula gamis yang lebar yang sekiranya dapat menjadi tren dan santri ikut-ikutan, ingin memiliki barang tersebut, hal tersebut tak diperbolehkan dan haram hukumnya.
Mungkin aib yang saya temui juga ada. Tetapi biarlah kelebihan2 dengan kemampuan luar biasanya yang dapat mengatur lebih dari 3.000 santri ini menjadi kelebihan di atas aib-aib tersebut.
"Semua yang dilihat, dirasa, didengar adalah pendidikan."
-Desembertakbutuhember
Komentar
Posting Komentar