Langsung ke konten utama

*Rasa Arraayah

Edisi yang paling bergengsi dalam blog ini adalah kisah mengenai Arraayah. Yang paling sensual adalah mengenai rasa. Dan akan saya kumpulkan keduanya dalam tulisan ini.

Alhamdulillah semester 5 sedang saya lalui. Teman-teman sekelas begitu bersemangat menjodoh-jodohkan dengan dia yang berinisial ---. Kejadian-kejadian yang terjadi pun entah apa pasalnya, bisa related dengan dia. Cie-cie pun semakin menjadi-jadi. Realitanya, saya tidak pernah berjumpa dengannya, melihat wajahnya, saling follow pun tidak. Apalagi dm dman. Saya tak mau berterus terang, hal-hal yang belum pasti seperti itu lebih baik dihindari. Kita tak tahu perihal masa depan. Sumber dari kacaunya pikiran di antaranya adalah memikirkan lawan jenis. Naudzubilahi mindzalik.

Banyak cerita yang ingin sekali saya bagi mengenai lawan jenis itu, thullab. Pengalaman yang mengandalkan prinsip ghaddul bashar dan sifat haya. Ada rasa heran mengapa ada yang tahu nama para imam? Atau apalah itu. Saya menjauhi hal-hal mengenai perbincangan seperti itu. Sadari bahwa mereka adalah ajnabiy. Tidak pantas jika nama-nama itu keluar dari mulut Muslimah. Sungguh tidak pantas. Satu cerita yang akan saya kisahkan. Semoga menjadi inspirasi dan pencerahan.

Beberapa anak kamar saya adalah tholibat idady. Masya allah rajin, taat, dan semangat yang mereka miliki luar biasa. La haula wa la quwwata illa billah. Satu di antara mereka memiliki kakak laki-laki yang berstatus thalib. Semenjak saya tahu akan hal itu saya semakin menutup telinga. Saya tidak peduli mustawa sabi, khomis yang jelas saya tidak mau tahu. Takut kalau malah mulut gak bisa dikontrol, hati, pikiran khawatir ikut-ikutan. Lebih baik tidak tahu. Bahkan saya berpesan pada al-ukht agar jika ditanya mengenai kakaknya, bilang, la yajuz. Begitupun sebaliknya, jika ia bertanya mengenai akhowat di kamar, bilang, la yajuz. Kita tak tahu fitnah itu sebesar apa. Entah seberapa huru-hara kamar dan kelas jika semuanya yang ingin kita ceritakan, ceritakan. Tak ada filter. Saling tuduh, saling tahu aib satu sama lain, tersebar di mana-mana. Mengerikan. Hingga suatu saat tanpa sadar, ia menyebutkan nama-nama saudaranya, dan bisa ditebak, saya tahu satu diantaranya. Ya, dia satu kelas dengan saya. Mengapa saya harus mengetahuinya? Qadarulla ma syaa faala.

Suatu hari, orang tuanya menjenguk. Mengadakan perkumpulan. Berbicara banyak hal. Sampai lah pada prediksi saya mengenai pembicaraan mengenai akhowat. Kata dia, kata ketua kamar, nggak boleh bicara tentang cowok. Mendengar cerita itu saya tersenyum lebar, haru, sekaligus malu. Jika bisa tarbiyah dengan baik mengapa tidak? Membiasakan agar tidak berbicara mengenai ajnabiy. Syukron sudah mau bekerjasama, vis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa(Esensi)

RESENSI BUKU 50 PENDAKWAH PENGUBAH SEJARAH Karya: Ahmad Jaelani Penerbit: ProU media Ki Bagus Hadikusumo, Tokoh Muhammadiyah sang perumus pembukaan UUD, preambule itu, keukeuh untuk menjadikan tujuh kata itu, yang sempat ditentang itu, ada dalam dasar negara. Ya, sila pertama itu. Gegara hal tersebut, semua tokoh bingung menghadap beliau. Keras dalam berpendapat dan wajib hukumnya, bahwa Islam harus menjadi akar, harus menjadi fondasi, atau landasan negara Indonesia. Lagi pula mayoritas penduduk negeri ini Islam, tentu jika kalimat “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya,” akan membuat kita, muslim Indonesia, menjadi muslim kaffah. Toh tidak ada kata paksaan pula untuk menjalankan syariat, jika bukan orang muslim. Di mana letak salah Pak Bagus Hadikusumo? Rupanya, banyak tokoh yang dengki dengan agama mulia ini. Biarlah semua agama mendapat perlakuan yang sama. Islam, Kristen, Budha, Konghuchu, dan agama lainnya itu sama. Tidak ada yang mendapat keist...

NEED REAL ACTION

Tidur sengaja di waktu guru sedang menjelaskan itu “Dzalim”. Dzalim kepada Sang pemberi ilmu, dzalim kepada waktu yang disumpah-Nya, dzlim kepada uang SPP pemberian ortu, serta dzalim kepada-Nya, Snag Pemberi Titah supaya menuntut ilmu. Maka energi-energi yang penuh kedzaliman itu merata, menyebar ke dalam nadi kehidupan. Tak seharusnya itu dilakukan. Potensial belum terkinetik maksimal. Akan saya coba mendengar beriring mencatat. What ever he/she said I would write it . Satu-satunya cara ampuh supaya tidak tidur di waktu orang mulia ini menjelaskan. Semoga upaya ini, orang mulia lainnya yang pernah saya dzalimi ini selalu memaafkan dan mendoakan. Waktu dhuha, usahakan sholat dhuha, minimal punya wudhu kalau tidak memungkinkan. Hidupkan kembali suasana menimba ilmunya iilmuwan Islam.  Istirahat jam 10, aktivitas yang memang paling enak adalah tidur. Tetapi nek buat tidur akan terasa percuma, malas menerjang dampaknya jam selanjutnya juga terasa malas, malas, dan malas. Al...

DIBALIK NAMA

Tujuan hidupku adalah Engkau Menginti kepada nama setiap insan Apakah nama sudah menjadi cerminan? Layakkah kau dipanggil Nida? Pernahkah aku bertanya Mengapa namaku itu harus Nida Karena sesungguhnya aku tak kuat Aku tak mampu menyandang nama itu Menggigit jari kuat Saat arti dan makna melesat Menyeruak ke sanubari Itu nama sangat berat Bahkan lebih berat dari badan Nama itu pemberian orang tua Harapan mereka yang menjadi tanggungan Tanggunganku yang menjadi harapanku jua