Pada hari Jumat tanggal 22 September 2023, kami, para mahasantriwati Arraayah mengadakan rihlah ke GBK Senayan, Jakarta Pusat yang bertepatan dengan acara Islamic book fair (IBF). Acara ini sungguh mendongkrak perekonomian warga yang membuka lapak di sana. Dilansir dari Republika.co, Pameran buku Islam terbesar se-Asia Tenggara ini diramaikan oleh 71 perusahaan penerbit buku dan 33 perusahaan multiproduk. Tarif masuk tidak terlalu mahal. Bagi pengunjung umum, cukup dengan membayar Rp15.000, mereka dapat menyambangi berbagai stand dan pameran serta menikmati acara-acara yang menarik. Sedangkan tarif bagi pelajar atau mahasiswa adalah Rp10.000. Di pintu masuk, pengunjung lansgung disuguhi stand-stand buku dengan diskon yang lumayan miring. Para pengelola toko-toko buku tersebut mengatur lapak mereka dengan sedemikian rupa agar pengunjung tertarik berkunjung. Pada bagian inti stadion berlangsung acara-acara menarik baik itu bedah buku, diskusi keislaman, dan talkshow dari ustaz ternama sesuai jadwal yang tertera di rundown acara. Naik ke atas, di lantai dua, terhampar stand selain buku dan kuliner seperti baju, aksesoris, obat-obatan herbal dan lainnya. Sedangkan di bagian timur stadion terdapat foodcourt yang menyajikan aneka macam kuliner dan minuman yang menghilangan dahaga.
Acara IBF ini menebar banyak manfaat baik bagi penggelar
lapak maupun pengunjung yang sangat puas mengelilingi lapak-lapak tersebut.
Acara ini merupakan ajang bagi para wirausahawan untuk bisa mempromosikan
produk yang dimilikinya. Banyak pelajar dan mahasiswa dari semua tingkatan
turut menyemarakkan IBF ini, menjadi ajang tidak langsung silaturahim
antarsekolah serta mereka pun mendapatkan ilmu dari acara-acara penuh edukasi
yang dilangsungkan. Ada satu hal yang membuat penulis merasa takjub pada acara
IBF, yakni setiap menitnya, terdengar pengumuman kehilangan barang dari pusat
layanan informasi. Hal ini menandakan bahwa pengunjung sadar akan kepedulian
mengembalikan barang yang bukan haknya serta minimnya kasus pencurian pada
acara tersebut.
Secara keseluruhan, acara IBF sangat direkomendasikan bagi
para pecinta ilmu dan buku. Namun ada beberapa hal yang perlu pihak penyelenggara
perhatikan. Pertama, mengenai urusan teknis yang berkaitan dengan salat
khususnya untuk akhowat. Perlunya penambahan kamar mandi dan tempat wudu serta
ruangan untuk salat mengingat membludaknya para pengunjung sehingga ketika
masuk waktu salat, pengunjung merasa nyaman dalam menunaikan salat.
Kedua,mengenai ikhtilat, bercampur baurnya laki-laki dan perempuan dalam
satu tempat. Pada tempat duduk atau seat yang berada di dalam stadion,
mungkin pada acara IBF selankutnya, dari pihak penyelenggara dapat mengkhususkan
tempat antara laki-laki dan perempuan agar acara islami ini tidak melanggar
praktik syariah. Demikian kesan pesan yang penulis dapat sampaikan. Semoga bisa
menjadi bahan renungan dan pertimbangan acara islami lainnya baik IBF di masa
mendatang ataupun acara lain yang akan diberlangsungkan.
Komentar
Posting Komentar