Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Sekolah ibu-1

Assalamualaikum Tulisan bulan Februari ini, saya sengaja buat akhiran. Saya hendak membuat review mengenai kelas calon ibu yang saya ikuti selama satu bulan terakhir. Sudah empat kali kami bertemu setiap hari Sabtu. Pertemuan pertama kami berdiskusi mengenai Ibu Bahagia. Ternyata, ketika kita bijak menghadapi sesuatu tanpa mengedapankan emosi marah, insyaa Allah, semuanya terasa baik-baik saja. Tergantung nih, kita memandangnya dari sudut yang mana. Pemateri yang menyampaikan materi tersebut adalah Ibu Ida Nur Laila. Apoteker sekaligus pakar keluarga, istrinya Pak Cah. Ini dia aha idea dari pertemuan pertama, kalau terhadap anak, jangan berikan alasan yang ketika alasan itu tidak kuat, maka anak tidak akan menurutinya. Misal kalau bermain air hujan, nanti ibu marah lho. Kalau begitu, tidak ada ibu, dia tidak takut deh buat mainan air hujan. Juga tentang memakai kerudung. Ih, adik cantik banget e pakai kerudung, berarti besok besok kalau sudah kenal makeup dan sebagainya...

S.A.J.A.K L.I.B.U.R.A.N

Banyak yang bilang, libur adalah anugrah. Bagaimana tidak, itu kata pelipur jiwa yang suntuk. Itu kata ibarat ganja yang setiap harinya harus selalu ada. Itu kata, menjadi penghantar surga dunia. Itu kata, membuka peluang-peluang supaya yang diinginkan menjadi tercapai. Ada pula yang bilang musibah. Musibah besar. Bagaimana tidak, kebiasaan baik perhalan mulai dikhianati. Itu kata, menjadikan orang yang menyentuhnya, malas luar biasa. Itu kata, jadi alasan-alasan agar bisa bermaksiat. Itu kata, memimpin rasa halu tak terhingga. Itu kata, menguras kantung secara tak sadar. Itu kata, membombardir kualitas diri jadi tipis sekali. Bahkan, itu kata, secara perhalan, membekukan serta mengkaratkan otak. Wahai, Libur Dengarkan aku!! Kau harus dengar bahwa kau tak bisa membudakkan aku. Aku adalah budak yang tak kan pernah sekali-kali kau bisa beli. Budak Allah yang selalu tunduk pada-Nya. Bukan pada kau! Wahai, Libur Lihatlah, aku!! Kau harus lihat bahwa aku adalah panglima atas diriku send...

Ibukk

Bu, rasanya, anakmu ini lama sekali tidak bertemu denganmu. saya tiba-tiba bahkan selalu teringat sesuatu, Bu. Banyak barang dan dokumen berharga pernah saya hilangkan. Tidak sengaja, Bu. Maafin saya, ya, Bu. Atmlah, stnklah, KTPlah dan lain sebagainya. Ibu, hampir satu tahun sejak tahun 2019 hingga 2020, saya selalu mencoba tes SIM dan belum berhasil. Saya punya harapan dapat menyelesaikannya dengan segera tetapi selalu saja gagal. Saya berharap dapat mendapatkan SIM tanpa nembak alias dengan jerih payah saya sendiri. Tetapi 365 hari saya lalui, seakan tidak ada perkembangan berarti dari melewati angka delapan dan huruf U itu. Dalam hati, sungguh, lima tahun pun akan saya jalani asal SIM tersebut bisa saya ambil dari dan tanpa nembak. Alasannya untuk oleh-oleh cerita untuk anak saya kelak. Tahu, bahwa ibunya tak kenal putus asa. Haha. Tetapi ibu adalah ibu. Tak kuasa Ibu melihat saya wira-wiri, sana-sini, polres-muat-bantul-dwiwindu, begitu seterusnya,   dan akhirnya...

Ibu kudu Punya good Habit

Setiap harinya, ibu-ibu ke pasar. Dengan waktu yang sama, dan rutinitas yang sama. Aku, setiap harinya bangun tahajud, lalu mandi atau mencuci dan tidak tidur lagi bakda subuh. Itulah contoh habit yang baik. Di mana kau tak bisa mengendalikannya kecuali setelah kau paksa dengan kesungguhan dan berubah menjadi kesadaran yang jikalau tak dilakukan pasti ada sebagian hidupmu yang hilang dan pastilah kau akan menyesal jika tak melakukannya.  Setiap malamnya, pecandu narkoba melakukan aksinya. Dalam puncak frustasinya dan beban berat hidupnya. Aku, setiap harinya yang selalu menatap layar handphone kemudian melalaikan serangkaian tanggungjawab yang akhirnya menjadi terbengkalai dan aku menjadi apatis terhadap lingkungan sekitar. Berjam-jam bisa seperti itu. Itulah contoh habit yang buruk. Di mana ketika kau melakukannya ada kepuasan tersendiri bagimu yang kau tak tahu betapa kontemporer dan subjektif sekali perasaan puas tersebut. Tak berselang lama, puas berubah menjadi anca...