Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

Aku, Hidup Yang Tak Pernah Redup

Memberikan sepercik malamku untuk sebuah tulisan benar-benar paksaan yang mengalir. Aku berani memaksa diri yang lelah. Lelah dipakai seharian. Aku memaksa karena aku tahu, berhenti menulis adalah upaya untuk menghentikan mimpi. Menghentikan mimpi sama saja membunuh masa depan. Karena aku percaya, masa depanku adalah buatanku yang sedang diproses. Butir-butir kata yang terbuat dari tinta dirangkai menjadi paragraf. Ya, setiap hari aku selalu mewajibkan tubuh dan pikiran ini untuk menuliskan setidaknya satu buah karya. Entah itu catatan harian, opini, cerpen ataupun puisi. Menulis di atas olahan kayu bewarna putih lebih mengasyikkan daripada harus bertatap layar yang bercahaya alias laptop. Saat ada waktu senggang dan full-wifi , baru aku me mpostingnya di blog pribadi.  Malam jam sebelas aku masih membuka mata setelah mengerjakan urusan yang terbengkalai tadi. Dilanjutkan menulis sebuah karya yang amat sederhana. Sering orang-orang menyebut bahwa diary untuk usiaku ini a...

Silaturahim (tulisan lama)

Rabu, 12 Juni 2019 Heu, hari itu kami silaturahmi ke guru-guru Muallimaat. Rasanya mengasyikkan sekali. Ya, pada awalnya, aku yang menanyai Husna malah justru dimarah-marahi sama Halimah soalnya aku bilangnya besok. Ya, maksudnya bukan besok itu, besok kapan-kapan. Hari Rabu juga masih besok kan?  Pukul Sembilan kami kumpul di Paseban. Saya mengantar ibu dulu dari Jebugan ke Keyongan. Pada awalnya sih sebel juga. Kan saya sudah bilang ke ibu jikalau di hari itu saya ada agenda. Malah disuruh jemput dadakan. Tetapi saya sadar sudah kewajiban saya untuk birrul walidain. Patuh terhadap ibuk. Perbanyak istighfar, Nid. Ibu habis menemani Pakdhe Umar kontrol. Ada Mbak Firda juga yang turut menemani kami. Budhe Tin dengan berat hati sudah terbang ke bumi Bengkulu melanjutkan pekerjaannya. Mudah-mudahan Pakdhe Umar yang habis menalani operasi gagal ginjal ini bisa sembuh. Amiin. Kami berlima, Husna dibonceng Inas. Halimah dibonceng Zula sedangkan saya alone. Ya, biasa. Yang...