Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

Musyrifah/2

Musyrifah/2 Melanjutkan tulisan kemarin yang sarat akan keluhan dibanding penguatan. Maka tulisan kali ini, saya arahkan lebih kepada penguatan, bagaimana seharusnya kami memandang diri kami sendiri yang sedang berstatus musyrifah. Menjadi musyrifah merupakan sebuah keterpanggilan yang harus dilakoni dari dalam hati. Menyadari kitalah pengganti orang tua dari anak-anak ampuan kami. Sadar akan kapasitas kemampuan dalam membina yang ternyata jauh panggang dari kesempurnaan. Bahkan belenggu-belenggu kejahatan dari luar nyatanya, dengan piawainya masih saja menggoda kami. Menjadi pembina untuk anak-anak orang lain. Lantas, kemanakah ibundanya? Ayahandanya? Hati-hati berbicara seperti itu. Justru karena menyadari akan keterbatasan mereka sebagai orang tua dalam mendidik anak, mereka titipkan anak mereka kepada kami. Daripada sudah sadar tidak bisa memberikan pendidikan agama lebih kepada anak, akan tetapi anak juga tidak diberi-beri haknya itu. Malah dilantarkan dan dibiarkan dengan kon...

Porsi Itu, Sedikitkan, Say!!

 Porsi itu, sedikitkan, Say!! Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh, Jikalau bukan karena tanggungjawab anak-wali santri pondok ini, yang boleh pinjam wa musyrifah ini, yang ada TV ini, yang dekat dengan mall sekaligus diperbolehkan pergi ke sana sini, pastilah, akan saya lenyapkan handphone bermerk Meizu ini (bukan promo ya!). Entah mengapa, dan entah mengapa, saya begitu kacau hari-hari ini. Pikiran bersliweran, rencana berhamburan, dan prinsip berkelindan rusak. Manakala hati yang berpangkal akan perlindungan-Nya, terusik dengan sesosok lawan jenis mana pun yang tak haram tuk dinikahi. Manapun. Sekali lagi, manapun. Bahkan orang yang jelas-jelas menyatakan cintanya di hadapan layar dengan kawan kita misalnya, seketika tak memupuskan harapan untuk bisa bersanding kelak dengan yang bercerita. Sudahi atau kau musnah? Sudahi atau ibadahmu menjadi sia. Urungkan segala hal berupa kebusukan dan ketidaksesuaian dengan Quran. Hati gundah itu, musibah dahsyat. Baca buk...

Outside of Life

Outside of Life Mengasyikkan sekali mengikuti dauroh tahsin kemarin. Ya, saya jadi tahu makharijul huruf beserta sifatul huruf yang tentu sebelum mempelajarinya, saya amat bingung akannya. Tujuh hari, kemampuan tahsin didrill setiap hari. Talaqqi surat al-Fatihah yang banyak salah, karena semua asisten pelatih dan asisten pelatih alumni timur tengah. Yang baru, asisten timur tengahan, dari pondok Wadi Mubarok. Ada pula anaknya almarhum Abi Sufyan (almarhum merupakan pengajar di Muallimaat) yang bernama Nafiah, baru lulus juga seperti saya, namun sudah menjadi tempat saya talaqqi.  Saya memilih menginap di sana. Siapa tahu, ada lebih banyak pelajaran. Aku terheran, di sana cadaran semua, cuy, kecuali beberapa saja termasuk aku. Ya, memang ikhwan dan akhwat terpisah dengan tabir. Ikhwan di depan, sedang akhwat di belakang. Mereka semua menjaga aurat dengan baik. Pun beberapa banyak yang nikah muda, juga sudah punya banyak anak. Saya antisipasi paling mencolok yang menginap n...

Musyrifah/1

Musyrifah-1 Assalamualaikum! Mabrukun ‘ala kulli hal. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Tulisan Nouman Ali Khan yang terjemahan memang tak sebagus Bahasa Inggrisnya, apalagi kalau ayat al- Quran yang dibaca itu, dijiwai dan dimaknai secara sima’i. kau tahu, mengenai apa? Tentang betapa  kejujuran dan akhlak itu dalam urusan finansial harus selalu dikedepankan. Saya beri contoh saat  menjadi musyrif. Misalnya, kita memang mendapat gaji, atau ma’isyah (sumber peghidupan), atau bisa  juga disebut dengan mukafaah (sumber kecukupan). Lantas, apa benar, dengan gaji sebanyak itu, kita  telah melaksanakan tanggungjawab dengan baik dan proporsional. Maksimalkah kita, atau jangan- jangan malah sedikit bekerja namun ingin diberi hasil sebanyak-banyaknya? Urusan bisnis dalam  amanah ini, jangan sekali-kali dipermainkan! Namanya memakan harta manusia dengan bathil. Orang  tua yang telah mengamanahi, kok bisa-bisanya hanya berdiam diri? Tahu, sepert...