Ngepoin orang berujung ghibah (makan bangkai saudara sendiri) dan menjadi Fitnah dari mulut yang tak pernah lelah untuk mencela nan merekahkan patah demi patah kata bagaikan sampah. Jika sudah kalimat buruk itu berbau, entah seberapa baunya mulut itu. Urusan orang biarlah menjadi urusan orang. Libur kau agaknya ada yang salah. Lihatlah ujaran-ujaran seusai libur yang hingga adzan berkumandang, pun tak selesai jua hingga adzan solat berikutnya, jadilah kau pendusta agama. Kurang nyata apanya atau butuh sedikit kelonggaran maaf? Terbalik sudah, sedikit pahala berharap surga dan merasa cukup dengan ibadah-ibadah itu, merasa aman dari ancaman neraka. Tak sadar, akan banyaknya dosa yang melenggang santai dengan mengharap ampunan tanpa ada niatan untuk tak mengulanginya. Padahal bagi mereka yang ulama itu takut akan tak diterimanya amal, takut akan pedihnya siksa-Nya. Merasa bejibunnya amal belum cukup dan selalu bersiap dengan jemputan-Nya. Fitnah menjadi beban yang tak dapat dit...
Lopr tulisan batangan bukan koran apalagi emas!