Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Futhur (lemah iman)

Futhur atau lemah iman itu bak permainan gobag sodor yang tak bisa sekali lolos sudah begitu saja. Masih ada ujian berupa orang-orang di depannya yang mengawasi  dan siap menangkap, bahkan cenderung lebih rumit, karena sekali lolos di orang pertama, maka di depan akan muncul lagi orang serupa dengan orang pertama dan terkadang kita tidak dapat melewatinya padahal pernah lolos sebelumnya.  Contoh: saya berhasil melewati ujian “Lawan Jenis” tetapi ujian solat khusyu’ maupun tertunaikan solat rawatib belum bisa saya lewati. Padahal sebelumnya sudah pernah dan bisa, tetapi proses mempertahankan amat susah dan licin tuk dikendalikan. Apalagi keistiqomahan baik solat ataupun rokaatnya solat tahajud. Sekali-kali di depan sana muncul pula ujian “Lawan Jenis” lagi. Terkadang lulus terkadang gagal. Padahal sebelumnnya pernah lulus. Begitu, menggelikan, bukan? Ya Allah, tetapkan hati ini atas agama-Mu, tetapkan hati ini atas ketaatan kepada-Mu. Rasa berat itu harus terganti dengan kei...

Tulisan Lama di Tumblr

NEWBIE Sekedar Menyimpannya dan menyatakan bahwasannya saya pernah menulis tulisan ini. ehee Ini adalah kali ke-sekian aku menulis. Mulai dari menulis di blogger, buku note, and anywhere it is dan entah apa motivasiku kali ini, dan juga karena aku tahu esensi dari menulis, aku mulai menulis di tumblr. -Ngakeh ngakehi medsos bae ki bocah…*-* - Yups mulai dari alamat blog yang super aneh hingga tulisan deskripsi yang religius amat. Teruntuk remaja. Remaja-remaja yang pada baper gara-gara “CINTA” khususnya, Aku kasih tau kamu tentang jodoh. Sesosok yang sangat dinanti kehadirannya. Sesosok yang diharapkan menjadi pendamping hidup. Dan sesosok yang diimajinasikan akan memiliki keturunan serta hidup bahagia bersama. Aku tekankan, persetan dengan jodoh! Mati yang jelas-jelas di depan mata saja belum tentu dipikir, masa’ mau mikirin jodoh yang entah besok dapet apa nggak. Ya, kalau dapet yang setia, kalau dapet pengkhianat dan pengganggu hidup? Ini benar kawanku. Sesosok itu...

TAHASSUS 3

Tahun ini adalah tahun terakhir saya, Halimah, Nunung, Sinda, da n Ida berada di kelas tahassus. Adin dengan kepiawaiannya mempengaruhi orang, saya berhusnudzon, Adin tidak mau egois dengan dirinya sendiri dan memilih berada di asrama, berdakwah ala gayanya di kamar. Ustadzah Nur memang kembali mengajar di kelas tahsin dan mengampu tahassus pula di madrasah selain mengurus asrama tahfidznya yang mampu beberapa waktu ini menghasilkan kader penghafal Quran,   5 juz sekali duduk. Masyaallah. Tetapi ustadzah Inayah sakit dan belum bisa kembali mengajar. Beliau baru saja menjalani operasi pengangkatan kista yang beliau cerita bahwa dahulu di pond o k, urusan makanan itu tidak ada yang memperhatikan. Ketika beliau lapar, mi lah makanan yang langsung dituju tanpa tahu bahayanya. Tahunya lapar , makan mi , lalu kenyang. 5 hari selepas kami masuk di semester pertama, tahassus libur. Begitu terkejutnya kami ketika yang mengampu adalah ustadzah Nur. Guru yang selalu bertindak sesua...

Be Right Muslima!

Ditinjau dari psikologi remaja anak perempuan itu, sedang pada masa pubertas, di mana remaja senang mengetahui hal2 baru dan menikmati kebebasan. Ketika pertama kali merasakan kesenangan maka akan bertambah keinginannya untuk merasakan kesenangan 2 lain yang jauh mengasyikkan. Apalagi kalau sudah kenal lawan jenis yang seharusnya kita tidak diperbolehkan berinteraksi lewat media apapun kecuali terdapat urusan yang amat mendesak. Hal ini pula yang sedang saya terus ikhtiarkan untuk dapat terus berpegang pada prinsip orientasi awal yaitu, kelak sebagai madrasatul ula bagi anak. Chat yg melenakan, hiburan yang tiada pernah ada batasan. Hingga ia lupa identitasnya sebagai musyrifah yang bertugas  mendidik anak2. Hingga lupa bahwasannya menjadi musyrifah itu menjadi aspek fundamental yang turut membentuk karakter anak. Toh kalau tidak menjadi musyrifah pun kita tetap muslimah, bukan? yang seharusnya menjaga kehormatan diri dari hal-hal yang dapat merusak identitas kita sebagai musli...