Futhur atau lemah iman itu bak permainan gobag sodor yang tak bisa sekali lolos sudah begitu saja. Masih ada ujian berupa orang-orang di depannya yang mengawasi dan siap menangkap, bahkan cenderung lebih rumit, karena sekali lolos di orang pertama, maka di depan akan muncul lagi orang serupa dengan orang pertama dan terkadang kita tidak dapat melewatinya padahal pernah lolos sebelumnya. Contoh: saya berhasil melewati ujian “Lawan Jenis” tetapi ujian solat khusyu’ maupun tertunaikan solat rawatib belum bisa saya lewati. Padahal sebelumnya sudah pernah dan bisa, tetapi proses mempertahankan amat susah dan licin tuk dikendalikan. Apalagi keistiqomahan baik solat ataupun rokaatnya solat tahajud. Sekali-kali di depan sana muncul pula ujian “Lawan Jenis” lagi. Terkadang lulus terkadang gagal. Padahal sebelumnnya pernah lulus. Begitu, menggelikan, bukan? Ya Allah, tetapkan hati ini atas agama-Mu, tetapkan hati ini atas ketaatan kepada-Mu. Rasa berat itu harus terganti dengan kei...
Lopr tulisan batangan bukan koran apalagi emas!