Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Bapak Jokowi dan Hal Lain

Istifghfar! Perbanyaklah! Supaya panah setan itu tak tertancap menghabisi nyawamu!  Saya bertemu bapak Jokowi dalam rangka muallimin Muallimaat 1 abad bukan sebagai cawapres tetapi memang Presiden yang berhak memasuki ranah pendidikan. Berharap apa dengan 1 abad ini? Siapa yang merasai jayanya? Merasai manisnya, atau tuanya??  Tua yang begitu ringkih dan tak berdaya atau tua mendewasa nan bijaksana? Manakah yang paling tepat? Sudah 6 tahun saya dierami di bangunan tua 100 tahun ini. Tetapi saya tak merasakan atmosfer ayah. Ayah yang mendaftarkan saya di nomor paling awal dengan status KP pergi begitu saja. Amanah besar, rupanya saya belajar di sini. Pernah sempat ingin alum karena terpesona dengan Gontor. Bimbang antara patuh terhadap amanah ayah atau sengaja melanggar demi terciptanya saya menjadi lebih baik. Tangisan itu semakin kencang ketika ibu menyetujui saya untuk pindah sekolah. tetapi nyatanya hingga akhir ini, saya masih di sini. Kunjungan ke gontor tidak menamb...

Ilmu

Ilmu didefinisikan masing-masing oleh kami. Melinierkan atas prinsip agama dengan merumuskan tujuan belajar. Bahasa Arab, semisal, ayo, kita belajar bahasa Arab, supaya paham al-Quran, dapat menafsirkan dan….. tak terkecuali pelajaran olahraga sekalipun. Ayo, kita belajar olahraga yang baik, lari yang baik, supaya dapat kuat menggenggam panji-panji Islam tanpa terjatuh dan terlambat sampai tujuan. Karena sampai saat ini faham materialisme dan liberalisme tumbuh subur. Mengaburkan nilai kebermanfaatan dan keikhlasan niat. Belajar untuk kuliah, kuliah untuk kerja, kerja untuk kaya sehingga dapat bersenang-senang. Wahai, kiranya itu yang kau cari, Saudaraku, niscaya Allah akan memberi apa yang kau pinta sesuai dengan niatmu. Integrasi agama dan pengetahuan menjadi puncaknya. Dan memang sudah sepatutnya hal itu dilakukan. Ketika kau paham gunanya memajukan agamamu dengan keahlianmu, itulah yang dinamakan spirit abadi. Menunjukkan kekelalan arti bergerak dan berubah. Membersamai ketika...

Jurnal Gntr

"Ikatlah buruanmu dengan tali biar tak lepas" "Ikatlah ilmu dengan menulis, biar tak terhempas" Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah, As-syukru lillah, bersyukur kepada Allah atas nikmat dapat menuliskan kembali apa yang telah disampaikan oleh bapak pengasuh Gontor yang pada waktu itu, beliau ceramah bakda magrib selama hampir setengah jam dengan bahasa arab full (Insyaallah saya paham) Berikut pesan beliau. Jadilah seperti jenis tanah bumi yang dengan diturunkannya air, dapat menyimpan air itu dan dengan air tersebut dapat menumbuhkan segala jenis macam tumbuhan yang dengan tumbuhan itu, hewan-hewan dapat memakannya serta manusia menjadi pemanfaat nomor satu dan paling lengkap atas air, tumbuhan dan hewan sekaligus Tanah itu diumpamakan dengan ilmu yang jika diserap atau diambil, maka dapat bermanfaat bagi sekitarnya kecuali jika hanya terus bersemayam di dalam tanah alias tak pernah digunakan ataupun menjadi manfaat untuk sesama. Beliau juga mewejangi...

Jurnal Gntr

Nggon Seng Kotor. Supaya pemahaman mengenai tempat ini berubah. Nggon ini sama sekali tak kotor hakikatnya apalagi esensinya atau dominannya. Tempat ini adalah darusalam, tempat sejahtera nan damai. Mukrimatut dhuyufnya amat mengesankan dan ramah sangat. Sambutan hangat selalu   menyertai kami. 5 hari yang mengesankan Wahai, Putri, Fatih, Manda, Rani, Ust Sheila, maupun Ust Eka. Semoga selalu terlimpahkan rahmat-Nya pada mereka. Hal-hal luar biasa yang mungkin terdengar sering frekuensinya adalah jilbab putih yang setiap waktu mereka kenakan. Tiket makan untuk pengambilan makan. Bahasanya yang kece. Serta antikesenjangan diterapkan di sana. Contohnya, pada barang jenis jam tangan yang diameternya  maksimal wajib 2‚5 cm, selebihnya disita. Ada pula gamis yang lebar yang sekiranya dapat menjadi tren dan santri ikut-ikutan, ingin memiliki barang tersebut, hal tersebut tak diperbolehkan dan haram hukumnya. Mungkin aib yang saya temui juga ada. Tetapi biarlah kelebihan2 den...

Esensi Sedekah

Tukang sampah, lopr koran, pedagang kaki lima, dan pekerjaan lain dengan embel2 tukang ataupun tidak selalu membuat mata ini meneteskan air mata. Betapa keluarga di rumah yang menantikan dirinya untuk kembali membawa sesuatu yang bisa mengisi perut. Syukur-syukur bayi yang yang diasuh sudah dibelikan susu supaya erangan tangisnya tak menjadi-jadi. Memposisikan sebagai orang itu, melakukan apa saja demi terkumpulnya uang, berkeliling menjajakan dagangan jika orang tersebut pedagang, memunguti dan memilah sampah sebanyak mungkin jika orang itu adalah tukang sampah, mutlak disikapi tawakkal dengan penuh amunisi ikhtiar. Biar kalau dapat sedikit tidak kecewa, dapat lebih Alhamdulillah. Pembuktian atas rezeki-Nya itu Dia yang berhak mengatur. Bukan pemberi gaji, majikan atau bos, mereka hanya sebatas perantara saja. Sang Pembalas pun tak segan2 memberikan kelipatan bagi yang mau memberikan sedekah bagi orang-orang tadi, tanpa itung-itungan. Tidak melulu  mereka yang kita beri yang m...