Manusia suka banget diperhatikan, sudah fitrahnya. Sungguh, teman-teman yang tak patut disia-siakan. Hanya bertanya satu patah kata, hanya melirik dengan penuh antusias hanya menyapa dengan alamat namanya, rasanya benar-benar dimanusiakan. Cobalah. Entah ada apa dengan saya yang terkagum-kagum dengan teman-teman yang banyak kawan. Pandai membaur dan suka bercerita memulai dengan percapakan ringan. Kaku adalah saya, sedang yang lain penuh canda tawa.
Respect di sini mungkin bagi saya, teman adalah nomor kesekian yang masih sampai saat ini terus saya usahakan. Tetapi hujjah saya atas tindakan saya dengan dasar, orang yang salam, orang yang sakit, orang yang bersin, akan menjadi awal-awal yang saya harus lakukan karena-Nya.
Respect lainnya adalah respect kepada lingkungan, saat ada sampah misalnya. Pungut! Buang ke tempat sampah! Mematikan lampu saat sedang tidak digunakan, dan membersihkan lingkungan yang kotor. Respect kepada bapak ibu guru, tidak tidur saat pelajarannya dan paling utama dan paling saya dahulukan adalah respect kepada Allah atas kerja mikrotubuh yang sulit dibayangkan cara kerjanya. Respect kepada Allah atas detik waktu hidup di dunia. Semoga pada makhluk-Mu pula, hamba bisa merefleksikan rahman dan rahim-Mu. Respect to Allah, give the highlight!
Komentar
Posting Komentar