Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

6/2

The Little Sister By: eldin Ini tentang kita yg sukanya abai dan gesa. Tentang  filsafat pada umumnya yang tentunya mengandung pertentangan. Saat  berada di kalangan ke atas, maukah kau kembali lagi ke bawah? Jelas, semuanya menolak dengan tegas. Memilih  cara supaya posisinya yang sedang di atas selalu eksis dan dikagumi banyak orang. Begitupun aku  dan kawan2 kls 6 aliyah. Berada pada posisi adik kelas jelas tak mau aku ulangi. Kalimat sebelumnya bermaksud implisit rupanya. Supaya kamu jangan bertingkah laku, berpenampilan, berbicara, sudut pandang, dan hal-hal lain sama seperti adik kelas. Perubahan. Naik kelas menuntut kita agar berubah. Akhlak terutama. Jika tak berubah, pertanyaan mau-maunya kamu kaya adik kelas. Gak malu? Gak kasian sama perjalanan menuju kelas selanjutnya? Maka, dasar dari perubahan itu seharusnya adalah dan hanyalah Allah SWT, agar kita dengan perubahan tersebut  dapat bertambah dekat dengan-Nya dan muncul rasa Istiqomah. 5 tahun ...

6/1

Formulasi kelas 6 aliyah By: eldin Berangkat jam 7 kurang lima. Dari bangun subuh dulu aja deh. Susah banget dibangunin, rela matanya dikencingin. Subuh dengan rasa malas yang luar biasa ditambah dzikir yang kata Abdul Somad ngalahin Valentino Rossi. Memilih tidur lagi bersama bantal dan guling kesayangan hingga kesiangan. Akhirnya mandi superman, sarapan gak Kober. Realita kami para petinggi negri yang bernama muallimaat. Kelas tidur atau kamar pelajaran? Sebetulnya kamu yang mana? Jadilah engkau para penyambung tali mata rantai setan. Hei, ini zaman kiamat tinggal kedipan mata. Hei, ini zaman buyut di kuburan udah nggak punya tempat. Sudahi saja hal yg menipu alias kw itu. Hal lain yang seru nan berkualitas lebih banyak. Lebih banyak adanya dan lebih banyak yang didapat. Bersyukurlah bagi yang punya temen Langka buat ngajak kita rajin. Rajin tahajud terutama. Inilah saatnya kita bangun. Kita berproses dari awal. Kita bareng 2. Nggak ada yang paling baik. Nggak ada yang pali...

Guru SD

    Aku bersekolah di SDIT Ar-Raihan. Sekolah yang berdampingan dengan lapangan warga yang berlokasi di Sumberbatikan, Trirenggo, Bantul. Baru kusadari, setelah aku menginjakkan kaki di SMP aku mengakui kehebatan mereka dalam mengajar. Legenda tentang guru yang pernah kurasakan sendiri. Dalam suatu kelas, pasti ada anak yang tertinggal alias butuh pemahaman yang ekstra dan juga pasti ada yang cepat dalam memahami pelajaran. Perubahan yang paling drastis pada diriku adalah pada kelas empat SD yang saat itu, kami dibersamai oleh wali kelas yang bernama Bu Sukamtini yang beralamatkan di Sanden, Bantul. Beliau memberi reward bagi siapa pun yang mau berusaha dengan sungguh-sungguh. Contohnya saja diriku. Setiap pengambilan rapot, hati ini selalu berdetak kencang. Aku adalah penikmat ranking-ranking akhir walaupun tidak terakhir. Untuk menjadi   yang awal-awal, menurutku hal itu adalah hal yang amat susah seperti ada sebuah kutukan yang permanently. Tetapi berkat ...

Panggilan Itu

“Sebaiknya, nanti saja…”. Jawaban ajakan menuju kesuksesan hakiki, sholat. Jawaban akan bacaan kemahabesaran-Nya.  Mata ini terus tertutup ketika subuh tiba. Raga ini terus bekerja ketika duhur menyapa. Letih ini terus menerjang ketika asar memanggil. Hiburan berupa HP atau TV terus menyala ketika maghrib menjelang. Telinga ini tersumbat ketika isya’ berkumandang. Sungguh apakah yang lebih besar dari-Nya? Definisi sukses yang seperti apakah yang diharapkan? Bahkan sekolahku, Muallimaat belum kutemui adanya ketegasan solat tepat waktu yang saat ini menerapkan kurikulum 2013. Artinya selama tiga tahun terakhir, waktu solat ashar tertunda sekitar setengah jam. pernah kusampaikan kegalauanku ini kepada pimpinan. Lagi-lagi soal manajemen atau sistem sumbernya. Aku disarankan izin kepada guru yang mengajar jam pelajaran akhir ketika hendak menyekip solat ashar. Kesimpulannya, pimpinan tak pernah memaksa siswa untuk tetap mengikuti pelajaran. Pun tak menganjurkan atau menegask...