Aku merasakan sedih yang luar biasa parah di semester kali ini. Bukan karena jodohnya tak kunjung datang. Bukan pula karena tugas yang menumpuk atau roisah gurfah. Sama sekali bukan. Perkara sepele hingga aku meminta takjil (cuti semester) kepada ibu. Tentu perkara pertemanan bukan hal yang enggak banget. Meskipun ada yang membenciku, membicarakan, menilai kekuranganku, masih ada banyak kawan yang tulus menjadikanku temannya, penyemangatnya, kawan dunia akhiratnya. Aku sangat bersyukur memiliki kawan seperti ia bersyukur.
Aku sadar
aku tertidur lama. Tak kah kau perhatikan bahwa kondisi berbalik seratus
derajat? Kau harus lebih giat. Aku akui aku adalah tholibah yang rajin, dan aku
harus tetap rajin demi Allah dan Rasul-Nya, demi menegakkan agama ini. Ada
banyak alasan untuk tetap bertahan dan aku berharap aku lebih bisa meresapi
ayat-ayat-Nya ketika nafas masih kuhirup.
Curhat di
blogspot memang tidak dianjurkan. Sekadar menguraikan benang kusut saja.
Roisahku (sebenarnya dia naibah) kali ini -semoga Allah selalu melimpahkan rasa
ikhlas di hati kita semua- sangat penyabar. Menjadi qudwah di segala aspek
masya allah, barakallahu fiiha. Aku yang lebih besar justru dipertanyakan
kedewasaannya. Masih terlalu anak kecil, bocil dan belajarlah darinya mumpung
pintu untuk itu masih terbuka lebar.
Aku me-review
kembali tulisan mengenai kantuk yang tidak pada tempatnya. Dzalim itu,
menyadari bahwa mengantuk untuk tertidur lalu kehilangan kesadaran bukan hal
yang patut diacungi jempol. Sudah tahu ini menandakan agar kita tidak menjadi
orang bodoh yang seakan tak memiliki ilmu. Meneguhkan kembali niat, Allah
sebagai sandaran.
Menjadi mudarrisah
ibtidaiyyah, aku tak akan melupakan kisah Kayla dan Jibril. Bilqisti yang
berbaik hati membetulkan mushaf Jibril, atau aku yang akhirnya menjadi qarinah
mengajar bersama Nia. Allah selalu Adil, Allah Maha Adil. Kesusahan diciptakan
untuk memberikan kemudahan. Mudah dalam berdoa dan khusyu saat salat misalnya.
Ya Allah, jadikanlah kami hamba-Mu yang pandai bersyukur.
Sudahi,
Nid. Kini saatnya untuk mempraktikan ilmumu di kehidupan. Berkahilah muamalah
yang kami jalani, berikanlah kami taufik untuk selalu menyertakan ridho-Mu di
dalamnya Ya Allah.
Komentar
Posting Komentar