Langsung ke konten utama

Gerakan Zerowaste dan Tumbler Kesayangan


Bismillahirrahmanirrahim

Botol hijau bermerk t*pperw*re itu saya ajak berpetualang ke mana-mana. Ya, walaupun pemiliknya harus berani nanya-nanya, "apa ada air isi ulang di dispenser atau galon?" guna terisinya botol tersebut dengan air, biar tubuh ngga kekurangan cairan, biar isi dompet utuh jugak, ga perlu beli air botol mineral. Atau saat beli jus, mental dikuatin buat ngomong, "Mba nanti jusnya taruh di botol ini saja, ya, Mba."

Kejadian unik saat di stasiun, seneng banget nemu tempat isi ulang, selalu ada pilihan mau air dingin, biasa, atau panas. Kala itu saya neken2 mencet2 tombol yang berada di situ tapi airnya ga mau keluar. Mungkin abis, pikir saya. Tetep stay cool, pindah di tempat isi ulang yang lain, dan tanyalah sm petugas. Ternyata caranya didorong sambil mencet tombolnya. Hedeuh, subhanallah.

Bawa Tumbler kemana-mana emang apa gunanya? Bikin ribet, ga sih? Wah ini, ni, sebelum saya terbiasa bawa tumbler mikirnya juga sama, tp sekarang jatuh cinta. Ada perasaan gimana gitu kalau ngga sama yang kita cintai. Ada ribet? Ada, apalagi botol itu (kata orang" itu gelas 😸), tutupnya bolong sana sini. Jadi harus dalam keadaan berdiri supaya airnya ndak tumpah. Gunanya juga supaya semangat makan dan minum. Tempat makan minumnya aja dari doi. Dari ibuk tercinta maksudnya. Karena yang susah makan, minum air putih itu benar-bener ada, nyata, riil. Selain itu, kita juga bisa menjamin kehigienisan wadah yang menjadi tempat makan atau minum tersebut (orang kita yang nyuci). Sering di arrayah kalo lagi outdoor nyucinya pakai dedaunan. Lagi di stasiun ya pakai sabun westafel. Pinter-pintermya saja, wkwkw.

Pelopor hubbul ard, cintabumi, Sukabumi. Kak Wima, bersama anggota organisasi hubbul ardh, dengan sekuat tenaga, mereka ngajak kita semua, ahlurroyah, buat meminimalisir penggunaan plastik. Kalaupun terpaksa digunakan, ya sampahnya dirapiin, dilipet, dimasukin botol, usahakan jangan sampai makan banyak tempat. Sekiranya bisa didaur ulang dan diuangkan di bank sampah ya, dikumpulkan dan dipilah. Untuk sampah organik dimasukkan di compos bag, biar jadi pupuk alami, Hem pengelolaan sampah yang ideal, bukan? Selagi bisa diupayakan kenapa, nggak? Mulai saja dari apa yang bisa kita lakukan.

Alhamdulillah, gerakan cinta bumi sudah banyak digandrungi masyarakat. Video-video di you tube mengenai sebarapa rusaknya bumi; laut, tanah, air, (dah kayak the legend of ang), bahannya mikroplastik, lembaga2 yang mengampanyekan gerakan zerowaste, menyadarkan kita semua buat berjuang dalam upaya ini. Bahkan mereka yang bersemangat dan antusias dalam berandil besar, memliki cara uniknya dalam kampanye cintabumi ini. Kita yang muslim harus lebih peka dan siap bahu membahu dalam kebaikan serta ketaqwaan. Ok?

Di sini kita menghafalkan Alquran sedang Alquran sendiri mengajarkan kita supaya jangan merusak bumi serta lingkungan. Bukankah tujuan utama dari interaksi kita dengan Alquran adalah dengan mengamalkan? So, yuk ikutan gerakan zerowaste, cinta bumi dengan nyatanya aksi!

#sukabumi
#zerowaste
#pilahsampah
#plasticfree
#tumbler.
#effort
#travelling
#safar
#keretaapi
#travel
#jalan-jalan
#mikroplastik
#pesantrensadarlingkungan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa(Esensi)

RESENSI BUKU 50 PENDAKWAH PENGUBAH SEJARAH Karya: Ahmad Jaelani Penerbit: ProU media Ki Bagus Hadikusumo, Tokoh Muhammadiyah sang perumus pembukaan UUD, preambule itu, keukeuh untuk menjadikan tujuh kata itu, yang sempat ditentang itu, ada dalam dasar negara. Ya, sila pertama itu. Gegara hal tersebut, semua tokoh bingung menghadap beliau. Keras dalam berpendapat dan wajib hukumnya, bahwa Islam harus menjadi akar, harus menjadi fondasi, atau landasan negara Indonesia. Lagi pula mayoritas penduduk negeri ini Islam, tentu jika kalimat “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya,” akan membuat kita, muslim Indonesia, menjadi muslim kaffah. Toh tidak ada kata paksaan pula untuk menjalankan syariat, jika bukan orang muslim. Di mana letak salah Pak Bagus Hadikusumo? Rupanya, banyak tokoh yang dengki dengan agama mulia ini. Biarlah semua agama mendapat perlakuan yang sama. Islam, Kristen, Budha, Konghuchu, dan agama lainnya itu sama. Tidak ada yang mendapat keist...

NEED REAL ACTION

Tidur sengaja di waktu guru sedang menjelaskan itu “Dzalim”. Dzalim kepada Sang pemberi ilmu, dzalim kepada waktu yang disumpah-Nya, dzlim kepada uang SPP pemberian ortu, serta dzalim kepada-Nya, Snag Pemberi Titah supaya menuntut ilmu. Maka energi-energi yang penuh kedzaliman itu merata, menyebar ke dalam nadi kehidupan. Tak seharusnya itu dilakukan. Potensial belum terkinetik maksimal. Akan saya coba mendengar beriring mencatat. What ever he/she said I would write it . Satu-satunya cara ampuh supaya tidak tidur di waktu orang mulia ini menjelaskan. Semoga upaya ini, orang mulia lainnya yang pernah saya dzalimi ini selalu memaafkan dan mendoakan. Waktu dhuha, usahakan sholat dhuha, minimal punya wudhu kalau tidak memungkinkan. Hidupkan kembali suasana menimba ilmunya iilmuwan Islam.  Istirahat jam 10, aktivitas yang memang paling enak adalah tidur. Tetapi nek buat tidur akan terasa percuma, malas menerjang dampaknya jam selanjutnya juga terasa malas, malas, dan malas. Al...

DIBALIK NAMA

Tujuan hidupku adalah Engkau Menginti kepada nama setiap insan Apakah nama sudah menjadi cerminan? Layakkah kau dipanggil Nida? Pernahkah aku bertanya Mengapa namaku itu harus Nida Karena sesungguhnya aku tak kuat Aku tak mampu menyandang nama itu Menggigit jari kuat Saat arti dan makna melesat Menyeruak ke sanubari Itu nama sangat berat Bahkan lebih berat dari badan Nama itu pemberian orang tua Harapan mereka yang menjadi tanggungan Tanggunganku yang menjadi harapanku jua