Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Musabaqah

Bismillahirrahmanirrahim Tentang Musabaqah (Perlombaan) Berlomba dengan seseorang atau banyak orang menuntut kita agar selalu menjadi yang terbaik, kalau bisa, mengalahkan pesaing-pesaing itu. Namun beda orang beda karakter. Ada yang berusaha mati-matian. Saat melihat usaha temannya begitu serius dia grusak grusuk gak mau kalah. Memikirkan bagaimana usahanya harus melebihi dari temannya. Ada juga yang mikir bodo amat dengan usahanya sendiri. Pesimitis. Tidak dilahirkan untuk berbakat dalam bidang yang hendak dilombakan. Latihannya hanya di awal saja, selebihnya, mutung, gak mau lagi. Padahal pelatihnya sudah mendorong dan mendukungnya dengan maksimal. Ada satu tipe yang lain, yaitu, mereka yang ketika hendak lomba melakukan 2 hal, yakni ikhtiar dan tawakkal. Proses itu berlangsung ketika sebelum lomba, ketika lomba, dan setelah lomba. Sebelum lomba, dia berusaha dengan mengerahkan segala kemampuannya. Dia tidak peduli dengan pesaing-pesaingnya itu. melihat mereka sama saja ...

Istiqomah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah, guys, ini tulisan kesekian guwe. Terpaksa atau tidaknya, saya harus tetap nulis guna menshare pikiran dan pendapat saya. Shok atu, dikritisi tulisan saya, wahai para pembaca yang Budiman. Menyampaikan usul juga boleh banget. Istiqomah memang sulit. Di awal saja, melaksanakannya amat mudah, mempertahankannya itu, lho amat sulit. Walau sulit, BISA. Walau sulit, BISA. Mindset seperti itu yang harus kita bangun. Artinya apa? Artinya kita semua punya kesempatan yang sama untuk berusaha. Usahanya yang beda-beda. Ada yang mentalnya sekuat baja. Ada juga yang gaweae mutungan.  Coba kita cek di diri kita sendiri. Di kelas 1 MTs. Pertama kali masuk asrama. Wuih, tahajudnya kencang luar biasa. Hari demi hari berlalu. Makin lama kita makin down tahajudnya, yang awalnya sebulan tiga puluh kali, menjadi seminggu sekali. Dari seminggu sekali menjadi sebulan sekali, terus gak pernah sama sekali. Na’udzubillahi min dzalik. Ok...

WACANA

            Yapz. Kita sering banget ngerencanain ini itu yang berujung nggak jadi. Mati-matian ngeluangin waktu di jam padat demi sebuah tugas yang begitu kita ambis akannya. Setelah waktu H tiba, bukannya mengoptimalkan waktu yang ada untuk tugas tersebut, kita malah asyik dengan gadget kita. Dramkornya yang nanggunglah, status temen yang kudu direply lah, asyik scroll sana sinilah dan kegiatan perbudakan hape zaman now lainnya. Begitu mewabahnya penyakit hapean di kalangan kita para remaja. Padahal sumber kehidupan kita adalah makanan, yang melahirkan kita adalah ibu, dan yang menjadikan akal kita waras adalah ilmu. Tidak ada hubungannya sama sekali, gadget dengan akar pokok kehidupan kita.  Begitu mudahnya kita terbawa, terhipnotis, serta terngecesnya air liur jikalau tanpa kuota data atau wifi di satu hari saja milik kita. Nelongso sekali hidupnya. Menjadi paling kasihan. Hei sadar, uang yang aslinya, yang tok pa...