Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2024

Rajab

  Kabisat datang, setelah lama tak produktif, kini di bulan Februari, Rajab, dengan ism Allah, bismillah aku memulai. Usai perpisahan kamar dengan hadiah sebagai penutupnya, aku mendapat payung cantic bewarna biru dari Uni. Allah memberikanku taufik untuk tidak lagi menangis dan bersedih. Monster biduran sudah lama pergi, Walhamdulillah. Disebabkan jarangnya aku menangis, mataku membesar kekurangan air mata. Jika tak cepat diobati kata dokter bisa menjadi penyakit glukoma. Aku penasaran dengan penyakit mata ini, yang saat aku cari di internet, penyakit glukoma berdampak pada kehilangan penglihatan. Naudzubillah min dzalik. Betapa senangnya kita dapat menerima ketentuan Allah dengan penuh keridhoan. Aku bertemu dengan anggota kamar baru dengan segala ambisi mereka. Prinsip hidup, kerajinan, kerapian, kebersihan, serta keramahan yang bisa aku pelajari dari mereka semua, baik dari kamar lama maupun baru. Bulan Rajab, Aku akan selalu mengingat tazkir Ustazah Khoirot saat ia menjadi...

Pernak-Pernik Mustawa Khomis

Aku merasakan sedih yang luar biasa parah di semester kali ini. Bukan karena jodohnya tak kunjung datang. Bukan pula karena tugas yang menumpuk atau roisah gurfah . Sama sekali bukan. Perkara sepele hingga aku meminta takjil (cuti semester) kepada ibu. Tentu perkara pertemanan bukan hal yang enggak banget. Meskipun ada yang membenciku, membicarakan, menilai kekuranganku, masih ada banyak kawan yang tulus menjadikanku temannya, penyemangatnya, kawan dunia akhiratnya. Aku sangat bersyukur memiliki kawan seperti ia bersyukur. Aku sadar aku tertidur lama. Tak kah kau perhatikan bahwa kondisi berbalik seratus derajat? Kau harus lebih giat. Aku akui aku adalah tholibah yang rajin, dan aku harus tetap rajin demi Allah dan Rasul-Nya, demi menegakkan agama ini. Ada banyak alasan untuk tetap bertahan dan aku berharap aku lebih bisa meresapi ayat-ayat-Nya ketika nafas masih kuhirup. Curhat di blogspot memang tidak dianjurkan. Sekadar menguraikan benang kusut saja. Roisahku (sebenarnya dia na...