Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2023

Gerakan Zerowaste dan Tumbler Kesayangan

Bismillahirrahmanirrahim Botol hijau bermerk t*pperw*re itu saya ajak berpetualang ke mana-mana. Ya, walaupun pemiliknya harus berani nanya-nanya, "apa ada air isi ulang di dispenser atau galon?" guna terisinya botol tersebut dengan air, biar tubuh ngga kekurangan cairan, biar isi dompet utuh jugak, ga perlu beli air botol mineral. Atau saat beli jus, mental dikuatin buat ngomong, "Mba nanti jusnya taruh di botol ini saja, ya, Mba." Kejadian unik saat di stasiun, seneng banget nemu tempat isi ulang, selalu ada pilihan mau air dingin, biasa, atau panas. Kala itu saya neken2 mencet2 tombol yang berada di situ tapi airnya ga mau keluar. Mungkin abis, pikir saya. Tetep stay cool, pindah di tempat isi ulang yang lain, dan tanyalah sm petugas. Ternyata caranya didorong sambil mencet tombolnya. Hedeuh, subhanallah. Bawa Tumbler kemana-mana emang apa gunanya? Bikin ribet, ga sih? Wah ini, ni, sebelum saya terbiasa bawa tumbler mikirnya juga sama, tp sekarang jatuh cinta. Ad...

PERBEDAAN

Suatu perbedaan membuat hidup lebih berwarna dan lebih nikmat. Quote mainstream yang sering orang katakan. Ada beberapa perbedaan yang saya temui di tempat kelahiran saya (jawa), tempat saya menuntut ilmu (sunda), dan ibu kota Indonesia. 1. Dahar artinya makan. Bagi orang Jawa, kata dahar adalah bahasa Krama Inggil atau yang paling halus. Kata ini digunakan ketika kita berbicara kepada yang lebih tua. Namun tidak dengan orang Sunda, justru kata ini di level ketiga, dan digunakan ketika berbicara dengan sesama usia yang akrab atau yang lebih muda. Sedangkan kata nedha (artinya sama, makan), dalam bahasa Jawa, kata tersebut adalah ngoko Alus, digunakan ketika yang kita ajak bicara adalah yang seumuran dan terdengar sopan. Adapun di Sunda, kata neda adalah Sunda halus yang dipakai untuk diri sendiri dan tidak untuk orang lain. Pantas, ketika saya berobat di salah satu RS di Jabar, saya menawarkan makanan kepada ibu yang duduk di sebelah saya, "mangga buk, dahar." Wajah ibu terse...