Langsung ke konten utama

Selamat Datang

 

    Saya mengakui kelemahan EYD (eh, sekarang PUEBI, deng) yang saya miliki. Banyak banget typo, tanda baca yang tidak benar dan gayabBahasa serta pemilihan diksi yang tidak tepat. Bagi pembaca, mohon dimaafkan. Saya buka Kembali blog ini tentu bukan tanpa alasan. Silakan ditebak, maka betullah jawabannya. Blog saya turabinsan.blogspot.com itulah yang rencanannya saya hendak isikan. Namun kenangan lama merengek keras meminta jatah.  

    Sudah lama sekali blog yang saya rindukan ini saya tinggalkan. Menunggakkan bertahun cerita dan pelajaan tak bertuan tanpa pendengar. Ustadz Tatang yang senantiasa mengobarkan semangat menulis jurnal ataupun artikel kemudian dikirim lewat media umum maupun islam. Tak menghasilakan uang tak apa, yang jelas bisa menambah relasi dan popularitas. serta yang paling utama, dakwah bilqalam bisa tersalurkan. Mustawa tsalits yang kami punya jatah hari hasub namun saya tak memaksimalkan dengan baik kesempatan ini. Berharap dengan naiknya mustawa kali ini saya bisa lebih mengapresiasi dan mensyukuri nikmat yang Allah sengaja turunkan bagi hamba-Nya yang impiannya segudang dan setinggi langit.

    7 januari 2023. Pagi ini pagi hari libur sehabis nihaiy. Qism riyadhoh mengadakan perlombaan antarangkatan dan antardaur.  Pagi itu, kami mengikuti lomba basket. “Tak boleh teriak-teriak,” al-ukht mengingatkan kami dengan nada rendah. Kami bermain di maidan alias lapangan samping jalan bertaspal. Kami bermain dengan menggunakan kaos kaiki dan penutup wajah.  Mengenakan baju syari wajib hukumnya bagi muslimah. Seru sekali. Sebelum kegiatan perlombaan dimulai Ustadzah Mia mem-briefieng kami dengan wejangan yang menyentuh. Bagaimana tidak, banyak dari kami mengeluh dikarenakan libur ala Arrayah bukanlah libur, akan tetapi agenda yang bertumpuk-tumpuk tiada putus. Daripada waktu berlalu tanpa ujur (pahala) maka diadakanlah kegiaran. Alhamdulillah. Tentang pulang pada waktunya juga begitu. Di antara kami ada yang pulang padahal bukan waktu perpulangan. Beliau mengingatkan bahwa mereka yang pulang itu sebabnya menyeramkan. Sakit beratlah, gempalah, kerabat sakit berat, atau dirinya yang membutuhkan pengobatan intensif. Maka bersyukurlah bagi kalian ayyatuhal akhowat, kalian berada di arrayah berarti kalian dalam kondisi baik-baik saja. Lantas mengapa mencari alasan yang kalian pun enggan jika hal tersebut terjadi. Kalam yang begitu mengesankan. Semangat kami perlahan muncul. Curahnya berbeda tergantung dengan kondisi jiwa. Ada yang langsung seratus persen, ada pula yang lima persen. Semoga baterai semangat bisa full pada semua akhowat.

    Siang agenda bebas, dilanjut perlombaan olahraga antardaur yang dilaksakan bakda asar di GOR sakan awal. Lomba voli dan lomba sepakbola. Tak kalah seru, hanya saja final akan digelar hari esok. Kami pun bersiap untuk salat maghrib dan meneruskan ibadah, muamalah dan berjuang dengan ikhlas. Tak ada yang kami harapkan selain libur yang barokah.

    Libur dengan tahajud yang menghiasi, tilawah alquran yang menjadi sumber energi, ziyadah dan murojaah yang menjadi penerang sekaligus penguat hati, berbagi yang menjadi tabungan rezeki, serta muamalah yang menjadi bahan senyuman yang mewarnai hari. Khususnya salat semoga tak pernah abai untuk diperbaiki. Sekian intro dibukanya blog ini Kembali. Saya sedang dalam misi menulis buku biografi salah seorang teman sekelas. Saya menulis itu cerita hakiki dia menulis cerita fiksi yang membutuhkan riset dari pelbagai sumber dan sudut pandang. Semoga kamu selalu sehat, dan Allah memberikannmu kekuatan. Yakinlah, kehidupan ini indah dan apa yang kamu inginkan akan datang waktu yang tepat. Nasihat yang sering disampaikan, bukan? Sekian.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa(Esensi)

RESENSI BUKU 50 PENDAKWAH PENGUBAH SEJARAH Karya: Ahmad Jaelani Penerbit: ProU media Ki Bagus Hadikusumo, Tokoh Muhammadiyah sang perumus pembukaan UUD, preambule itu, keukeuh untuk menjadikan tujuh kata itu, yang sempat ditentang itu, ada dalam dasar negara. Ya, sila pertama itu. Gegara hal tersebut, semua tokoh bingung menghadap beliau. Keras dalam berpendapat dan wajib hukumnya, bahwa Islam harus menjadi akar, harus menjadi fondasi, atau landasan negara Indonesia. Lagi pula mayoritas penduduk negeri ini Islam, tentu jika kalimat “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya,” akan membuat kita, muslim Indonesia, menjadi muslim kaffah. Toh tidak ada kata paksaan pula untuk menjalankan syariat, jika bukan orang muslim. Di mana letak salah Pak Bagus Hadikusumo? Rupanya, banyak tokoh yang dengki dengan agama mulia ini. Biarlah semua agama mendapat perlakuan yang sama. Islam, Kristen, Budha, Konghuchu, dan agama lainnya itu sama. Tidak ada yang mendapat keist...

NEED REAL ACTION

Tidur sengaja di waktu guru sedang menjelaskan itu “Dzalim”. Dzalim kepada Sang pemberi ilmu, dzalim kepada waktu yang disumpah-Nya, dzlim kepada uang SPP pemberian ortu, serta dzalim kepada-Nya, Snag Pemberi Titah supaya menuntut ilmu. Maka energi-energi yang penuh kedzaliman itu merata, menyebar ke dalam nadi kehidupan. Tak seharusnya itu dilakukan. Potensial belum terkinetik maksimal. Akan saya coba mendengar beriring mencatat. What ever he/she said I would write it . Satu-satunya cara ampuh supaya tidak tidur di waktu orang mulia ini menjelaskan. Semoga upaya ini, orang mulia lainnya yang pernah saya dzalimi ini selalu memaafkan dan mendoakan. Waktu dhuha, usahakan sholat dhuha, minimal punya wudhu kalau tidak memungkinkan. Hidupkan kembali suasana menimba ilmunya iilmuwan Islam.  Istirahat jam 10, aktivitas yang memang paling enak adalah tidur. Tetapi nek buat tidur akan terasa percuma, malas menerjang dampaknya jam selanjutnya juga terasa malas, malas, dan malas. Al...

DIBALIK NAMA

Tujuan hidupku adalah Engkau Menginti kepada nama setiap insan Apakah nama sudah menjadi cerminan? Layakkah kau dipanggil Nida? Pernahkah aku bertanya Mengapa namaku itu harus Nida Karena sesungguhnya aku tak kuat Aku tak mampu menyandang nama itu Menggigit jari kuat Saat arti dan makna melesat Menyeruak ke sanubari Itu nama sangat berat Bahkan lebih berat dari badan Nama itu pemberian orang tua Harapan mereka yang menjadi tanggungan Tanggunganku yang menjadi harapanku jua